Strategi adaptasi masyarakat nelayan terhadap lingkungan permukimannya di permukiman nelayan Wuring Kelurahan Wolomarang Kota Maumere
MINGGO, Mauritius, Ir. Haryadi, M.Arch.,Ph.D
2005 | Tesis | Magister Perencanaan Kota dan DaerahKota Maumere merupakan kota pesisir pantai dengan pekerjaan sebagian masyarakatnya adalah nelayan. Salah satu permukiman nelayan yang ada di Kota Maumere adalah permukiman nelayan Wuring, yang tidak didukung sarana dan prasana yang memadai, dengan kondisi lingkungan permukiman yang tidak memenuhi standar persyaratan teknis kesehatan, kenyamanan, keamanan, keselamatan, ketertiban, keindahan, dan persyaratan ekologis yang berwawasan lingkungan, serta kondisi rumah yang sangat sederhana. Kondisi lingkungan permukiman yang serba terbatas ini menuntut adanya adaptasi yang dilakukan oleh masyarakat di kawasan tersebut. Berdasarkan hal tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi adaptasi yang dilakukan oleh masyarakat Wuring terhadap kondisi lingkungan permukimannya. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deduktif-kualitatif dengan menggunakan analisis tabulasi silang terhadap jawaban responden. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 160 dari 1631 populasi. Pengambilan sampel menggunakan metode Cluster Random Sampling, dengan membagi sampel ke dalam dua cluster, yakni di atas tanah dan di atas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Wuring melakukan strategi adaptasi terhadap kondisi lingkungan permukimannya dengan merubah perilaku, merubah fisik, dan menghindari lingkungan. Masyarakat melakukan strategi adaptasi karena evaluasinya terhadap kondisi lingkungan permukiman tersebut kurang baik, yang didasarkan pada persepsi dan kognisinya terhadap lingkungan permukiman. Masyarakat melakukan strategi adaptasi merubah perilaku sebanyak 72,34 %, yakni dengan merubah kebiasaannya agar sesuai dengan kondisi lingkungan permukimannya. Masyarakat melakukan strategi adaptasi merubah fisik sebanyak 7,57 %, yakni dengan mengganti serta mengubah fisik lingkungan agar sesuai dengan kondisi lingkungan permukimannya. Masyarakat melakukan strategi adaptasi menghindari lingkungan sebanyak 3,26 %, yakni dengan keluar dari lingkungan permukimannya. Selain itu, ada pula masyarakat Wuring yang tidak melakukan strategi adaptasi karena evaluasinya terhadap kondisi lingkungan permukiman tersebut baik, yang didasarkan pada persepsi dan kognisinya terhadap lingkungan permukiman. Jumlah masyarakat yang tidak melakukan strategi adaptasi sebanyak 16, 84 %.
Maumere is a coastal city of which community are mostly fishermen. The Wuring fishermen housing is one of those in Maumere, with inadequate supporting facilities and infrastructures, of which neighborhood condition does not meet any technical required standards of health, pleasure, security, safety, orderliness, good looks, environmental-viewed ecological requirements. Moreover, the housing condition is so poor. Such a lacking condition requires adaptation by the community in the area. Based on the above, this research was set to describe the adapting strategy of the Wuring community against their neighborhood condition. This research employed a deductive, qualitative method with crosstabulating analysis on the respondents’ answers. There were 160 samples of 1631 populations. Using a cluster random sampling, the samples were classified into two clusters, on the earth and on the water. The results showed that the Wuring community applied the adapting strategy against their neighborhood condition by means of behavior and physical changing, and surrounding avoidance. They applied the adapting strategy due to their poor evaluation on the neighborhood condition, rooted in both their perception and cognition on the neighborhood condition. The community adapting by means of changing their behavior was 72.34%, where they changed their habits in order to be in line with the neighborhood condition. Those adapting by means of physical changing was 7.57%, where they changed their physical environment in order to be in proportion to their neighborhood condition. Those adapting by means of surrounding avoidance was 3.26%, where they abandoned the housing. In addition to these, 16.84% of the community did not apply any adapting strategy as their evaluation on the neighborhood condition were good, based on their perception and cognition on the housing environment.
Kata Kunci : Pemukiman Nelayan,Adaptasi Masyarakat, Adapting Strategy, fishermen housing