Laporkan Masalah

Uji Reaksi Silang Anti Monoklonal Virus Dengue-3 Terhadap Virus Japanese Encephalitis Dan Chikungunya Dengan Metode Elisa

Abdul Rohman, drh. Sitti Rahmah Umniyati, SU ; dr. Mahardika Agus Wijayanti, DTM&H, M. Kes.

1997 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN

Penyakit demam berdarah (DBD) di Indonesia merupakan penyakit yang memerlukan penanganan secara serius karena insidensi dan akibat keparahannya. Dalam penanganan penyakit DBD diperlukan diagnosis secara eepat dan akurat. Pada saat ini, metode diagnosis DBD yang tersedia tidak mampu mendiagnosa penderita DBD secara dini. Sementara itu, ditawarkan metode diagnosis dengan teknologi Elisa yang menj anjikan kemampuannya mendiagnosis secara dini, cepat, dan tepat. Dalam teknologi Elisa diperlukan antibodi monoklonal (AbM). Sementara itu, Sutaryo dkk. telah mampu memproduksi 27 klon penghasil AbM untuk mendeteksi virus Dengue-3 tetapi bel um diuji spesifitasnya. Untuk itu, penelitian ini bermaksud melakukan uji spesifitas melalui uji reaksi silang AbM D-3 terhadap antigen Japanese Encephalitis(JE) dan Chikungunya . Penelitian ini menguji 4 klon penghasil AbM D-3 yaitu k lon 2F1, IF 12, 4C1, dan IEIO. Penelitian terdiri tiga tahap penelitian yaitu tahap uji reaksi silang, uji optimasi, dan menentukan prosentase reaksi silang. Hasil penelitian menunjukkan semua AbM D-3 yang diuji bereaksi silang dengan JE dan Chikungya . Hal ini ditunjukkan dengan besarnya prosentase reaksi silang di atas . AbM ini dapat dimanfaatkan sebagai antibodi primer yang diadsorbsikan di mikroplet pada Elisa sandwich.

Kata Kunci : Japanese Encephalitis, demam berdarah

  1. S1-FKU-1997-AbdulRohman-Abstract.pdf  
  2. S1-FKU-1997-AbdulRohman-bibliography.pdf  
  3. S1-FKU-1997-AbdulRohman-tableofcontent.pdf  
  4. S1-FKU-1997-AbdulRohman-Title.pdf