Laporkan Masalah

Penentuan tingkat kerawanan wilayah terhadap wabah penyakit demam berdarah dengue dengan teknik Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografi di kota Yogyakarta

Muhammad Al Rahmadi, Prof. Dr. Dulbahri; Barandi Sapta Widartono, S.Si.

2005 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUH

Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mengetahui ketelitian citra IKONOS untuk menentukan wilayah yang rawan terhadap wabah penyakit DBD dengan parameter-parameter yang terkait dengan tingkat kualitas lingkungan, (2) Menentukan wilayah yang rawan terhadap wabah penyakit DBD untuk prioritas penanganan dan pencegahan, Sebagian besar data kualitas lingkungan diperoleh dari interpretasi citra IKONOS tahun 2002, yang dilengkapi data sekunder dan cek lapangan. Evaluasi tingkat kerawanan wilayah menggunakan pendekatan kualitas lingkungan permukiman yang diperoleh dari hasil tumpang susun antara peta kepadatan permukiman, pola permukiman, dan vegetasi. Data-data tersebut secara keseluruhan mampu diperoleh melalui interpretasi citra IKONOS dan cek lapangan. Data kualitas lingkungan permukiman yang diperoleh dari hasil pengamatan lapangan adalah data saluran air hujan dan tempat sampah. Sedangkan data sekunder yang digunakan adalah data kepadatan penduduk dan curah hujan. Penilaian tingkat kerawanan wilayah terhadap wabah penyakit DBD dilakukan dengan menumpangsusunkan kualitas parameter-parameter permukiman dengan data-data sekunder. Rata-rata tingkat akurasi ketelitian interpretasi untuk data kualitas permukiman (kepadatan permukiman, pola permukiman, dan vegetasi) adalah sebesar 89%. Hasil tingkat kerawanan wilayah terhadap wabah penyakit DBD di daerah penelitian yaitu kota Yogyakarta terdiri dari 5 tingkat kerawanan yaitu wilayah sangat rawan dengan luas 9,08 Ha meliputi di kecamatan Gondokusuman dan Jetis, wilayah rawan dengan luas 308,79 Ha meliputi kecamatan Kraton, Wirobarajan, Mantrijeron, Mergangsan, dan Ngampilan wilayah agak rawan dengan luas 881,66 Ha sebagian besar di kecamatan Umbulharjo, wilayah sedikit rawan dengan luas 1034,50 Ha di hampir semua kecamatan, dan wilayah sangat sedikit rawan dengan luas 539,12 Ha di kecamatan Gondomanan

The aims of this research are (1) to obtain the accuracy of IKONOS satellite imagery for assessing region risk of dengue epidemics based on environment quality level parameters, (2) to determine risk region towards to dengue epidemics for prevention and execution priority. IKONOS satellite imagery is the primary data which completed by secondary data and field check. The evaluation of risk region level is using of environmental settlement quality approach which resulted from overlaying between settlement density, settlement pattern and vegetation maps. The compiler data of environmental settlement quality was obtained completely from the interpretation result of IKONOS satellite imagery. Environmental settlement quality data which obtained from field check was riol and garbage banishment. Rain drop and people density are the secondary data. The risk region level of dengue epidemics class was measured by overlay between each of environmental settlement quality data and secondary data. The average of the accuracy interpretation level of the settlement quality data (settlement density, settlement pattern and vegetation) are 89%. The result of the risk region level of dengue epidemics in research area that is Yogyakarta divided into 5 risk levels are level 1 as wide as 9,08 Ha enclosing Gondokusuman and Jetis district, level 2 as wide as 308,79 Ha enclosing Kraton, Wirobrajan, Mantrijeron, Mergangsan, and Ngampilan district, level 3 as wide as 881,66 Ha enclosing a greater part of Umbulharjo district, level 4 as wide as 1034,50 Ha enclosing almost all of district, and level 5 as wide as 539,12 Ha enclosing Gondomanan district.

Kata Kunci : Kerawanan wilayah,Wabah penyakit demam berdarah,sistem informasi geografis,penginderaan jauh

  1. S1-2005-130116-Abstract.pdf  
  2. S1-2005-130116-Bibliography.pdf  
  3. S1-2005-130116-TableofContent.pdf  
  4. S1-2005-130116-Title.pdf