Laporkan Masalah

Analisis Biaya Medis Langsung pada Pasien Diabetes Melitus dengan Komplikasi di RSUD Gambiran Kota Kediri

Roshinta Andien Damayanti, Prof. Dr. apt. Dwi Endarti, M.Sc.; Prof. Dr. apt. Chairun Wiedyaningsih, M. Kes., M.App.Sc.

2026 | Tesis | Magister Manajemen Farmasi

Komplikasi diabetes melitus memperburuk kondisi pasien dan meningkatkan biaya medis langsung, terutama untuk obat, rawat inap, dan penanganan lanjutan. Akibatnya, kebutuhan akan terapi jangka panjang dan perawatan intensif menambah beban keuangan. Seringkali, biaya fasilitas kesehatan berbeda karena ketidaksesuaian antara tarif INA-CBG dan biaya medis langsung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat biaya medis langsung pada pasien DM tipe 2 dengan komplikasi, menemukan penyebabnya, dan membandingkan biaya rawat inap dan rawat jalan dengan tarif INA-CBG di RSUD Gambiran Kota Kediri.

Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik yang menggunakan metode cross sectional. Data dikumpulkan secara retrospektif dari rekam medis dan rincian biaya perawatan pasien diabetes melitus tipe 2 dengan komplikasi yang memenuhi kriteria inklusi. rspektif yang digunakan yaitu perspektif penyedia layanan kesehatan. Penelitian dilakukan pada pasien diabetes melitus tipe 2 yang melakukan kunjungan rawat jalan dan rawat inap di RSUD Gambiran Kota Kediri. Analisis data terdiri dari univariat, bivariat, dan multivariat.

Hasil penelitian diperoleh jumlah pasien diabetes melitus tipe 2 dengan komplikasi sebanyak 139 pasien, terdiri dari 24 pasien dengan kunjungan rawat inap dan rawat jalan, serta 115 pasien dengan kunjungan rawat jalan. Rata-rata biaya medis langsung tercatat sebesar Rp11.097.095/episode rawat inap dan Rp355.008/kunjungan rawat jalan. Variabel jenis komplikasi dan jenis antihiperglikemik pada kunjungan rawat jalan adalah komponen yang memengaruhi biaya medis langsung terapi diabetes melitus tipe 2 dengan komplikasi. Pada kunjungan rawat jalan, terdapat ketidaksesuaian antara biaya riil dan tarif INA-CBGs, dengan selisih negatif sebesar Rp 177.135.033. Pada pelayanan rawat inap, selisih sebesar Rp 124.415.964, menunjukkan beban keuangan yang signifikan bagi rumah sakit.

Complications of diabetes mellitus worsen patients' conditions and increase direct medical costs, particularly for medications, hospitalization, and follow-up care. Consequently, the need for long-term therapy and intensive care adds to the financial burden. Often, healthcare facility costs differ due to discrepancies between INA-CBG rates and direct medical costs. The purpose of this study was to examine direct medical costs in patients with type 2 diabetes mellitus (DM) with complications, identify the causes, and compare inpatient and outpatient costs with INA-CBG rates at Gambiran Regional General Hospital, Kediri City.

This study employed an analytical design utilizing a cross-sectional method. Data were collected retrospectively from medical records and detailed cost information for patients with type 2 diabetes mellitus (DM) with complications who met the inclusion criteria. The perspective used was that of healthcare providers. The study was conducted on patients with type 2 diabetes mellitus who underwent outpatient and inpatient visits at Gambiran Regional General Hospital, Kediri City. Data analysis included univariate, bivariate, and multivariate analyses.

The results of the study obtained the number of type 2 diabetes mellitus patients with complications as many as 139 patients, consisting of 24 patients with inpatient and outpatient visits, and 115 patients with outpatient visits. The average direct medical costs were recorded at Rp11,097,095/inpatient episode and Rp355,008/outpatient visit. The variables of the type of complication and the type of antihyperglycemic in outpatient visits are components that affect the direct medical costs of type 2 diabetes mellitus therapy with complications. In outpatient visits, there was a discrepancy between the actual costs and the INA-CBGs tariff, with a negative difference of Rp177,135,033. In inpatient services, the difference was Rp124,415,964, indicating a significant financial burden for the hospital.

Kata Kunci : Ananlisis biaya, diabetes melitus tipe 2, komplikasi, INA-CBGs

  1. S2-2026-535862-abstract.pdf  
  2. S2-2026-535862-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-535862-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-535862-title.pdf