Laporkan Masalah

Analisis Teknis dan Usaha Pembesaran Lele (Clarias sp.) dengan Sistem Kocor di Pokdakan Patil Berkah Jaya, Kabupaten Bantul

ZAKI NURASHARI, Dr.Susilo Budi Priyono, S.Pi., M.Si.

2026 | Skripsi | BUDIDAYA PERIKANAN

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan teknis, kinerja produksi, serta kelayakan usaha pada pembesaran lele dengan sistem kocor di Pokdakan Patil Berkah Jaya yang berlokasi di Kapanewon Srandakan, Kabupaten Bantul. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Responden dipilih menggunakan teknik sensus terhadap 8 anggota aktif Pokdakan. Pada setiap responden diambil 2 bak pembesaran sebagai sampel dan data dikumpulkan dalam 2 siklus terakhir. Kelayakan teknis dianalisis menggunakan metode scoring berjenjang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembesaran lele dengan sistem kocor dilakukan pada bak terpal bulat berdiameter 3 m dan 4 m serta bak beton permanen berukuran 3 m x 4 m. Wadah pembesaran memiliki ketinggian 1 m dengan rerata kedalaman air 0,8 m. Teknologi yang digunakan adalah intensif dengan rerata kepadatan benih 742 ekor/m3. Selama pemeliharaan, air dialirkan terus-menerus selama 24 jam. Air mulai dialirkan pada hari ke-3 pemeliharaan dengan debit 1,82 L/menit, kemudian dinaikkan secara bertahap hingga debit maksimal 28,40 L/menit pada hari ke-49 hingga panen. Dari hasil analisis teknis diperoleh indeks kelayakan sebesar 2,59. Hal ini mengindikasikan bahwa teknis yang dilakukan sesuai dengan pedoman pembesaran lele yang baik. Rerata produksi yang dihasilkan dalam satu siklus sebesar 564,13 kg/bak dengan FCR sebesar 1,06±0,04 dan produktivitas sebesar 82,71±16,59 kg/m3. Rerata penerimaan yang didapatkan dalam satu siklus produksi sebesar Rp10.578.625 dengan total biaya yang dibutuhkan sebesar Rp9.222.854 dan pendapatan yang diperoleh sebesar Rp1.355.771. Rerata nilai rasio R/C yang didapatkan sebesar 1,15. Hal ini menunjukkan bahwa usaha pembesaran lele dengan sistem kocor mampu menghasilkan keuntungan dan layak untuk dikembangkan.

This study aims to analyze the technical feasibility, production performance, and business feasibility of catfish growing using continous flow through system at Fish Farmer Group (Pokdakan) Patil Berkah Jaya located in Srandakan Sub-district, Bantul Regency. The basic method used in this study was descriptive. Respondents were selected using a census technique from 8 active members of the Pokdakan. Two growing tanks were sampled from each respondent, and data were collected in the last two cycles. Technical feasibility was analyzed using a weighted scoring method. The research results showed that catfish growing using continous flow through system was carried out in circular tarpaulin tanks with diameters of 3 m and 4 m, and permanent concrete tanks of 3 m x 4 m. The growing tanks have a height 1 m high with an average water depth of 0.8 m. The technology used was intensive, with an average seed density of 742 fish/m3. During growing period, water was exchanged continuously for 24 hours. Water flow began on the third day of growing at a rate of 1.82 L/minute, then gradually increased to a maximum flow of 28.40 L/minute on the 49th day until harvest. The technical analysis resulted a feasibility index of 2.59. This indicates that the techniques used are in accordance with good catfish growing guidelines. The average production in one cycle was 564.13 kg/tank, with FCR of 1.06±0,04 and productivity of 82.71±16.59 kg/m3. The average revenue in one cycle was IDR 10,578,625, with total cost of IDR 9,222,854 and income of IDR 1,355,771. The average R/C ratio was 1.15. This indicates that bussiness of catfish growing using continous flow through system is profitable and feasible to develop.

Kata Kunci : pembesaran lele, kelayakan teknis, kelayakan usaha, sistem kocor.

  1. S1-2026-462395-abstract.pdf  
  2. S1-2026-462395-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-462395-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-462395-title.pdf