Memahami Konsep Diri Remaja Fatherless melalui Pendekatan Mozaik
Tsurayya Kamilah Siregar, Elga Andriana, S.Psi., M.Ed., Ph.D.
2026 | Tesis | S2 Psikologi
Keterlibatan ayah yang rendah pada remaja fatherless berkaitan dengan pembentukan konsep diri yang kurang optimal. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi konsep diri remaja fatherless tanpa perceraian atau kematian melalui metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data mozaik dan analisis data partisipatif tematik. Partisipan terdiri atas enam remaja berusia 11-14 tahun melalui teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan lima tema, yaitu: karakter, keinginan, kesukaan, kenyamanan, dan pembentukan diri. Secara khusus keterlibatan ayah yang rendah berkaitan dengan gambaran diri remaja yang cenderung tertutup, takut akan penolakan, sulit membangun pertemanan, serta kebutuhan yang tinggi atas dukungan, penerimaan, dan kebebasan. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman mengenai pengalaman remaja fatherless di Indonesia, sekaligus menunjukkan potensi pendekatan mozaik sebagai metode asesmen anakKeterlibatan ayah yang rendah pada remaja fatherless berkaitan dengan pembentukan konsep diri yang kurang optimal. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi konsep diri remaja fatherless tanpa perceraian atau kematian melalui metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data mozaik dan analisis data partisipatif tematik. Partisipan terdiri atas enam remaja berusia 11-14 tahun melalui teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan lima tema, yaitu: karakter, keinginan, kesukaan, kenyamanan, dan pembentukan diri. Secara khusus keterlibatan ayah yang rendah berkaitan dengan gambaran diri remaja yang cenderung tertutup, takut akan penolakan, sulit membangun pertemanan, serta kebutuhan yang tinggi atas dukungan, penerimaan, dan kebebasan. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman mengenai pengalaman remaja fatherless di Indonesia, sekaligus menunjukkan potensi pendekatan mozaik sebagai metode asesmen anak
Low father involvement in fatherless adolescents is associated with poor self-concept formation. The study aims to explore the self-concept of fatherless adolescents without divorce or death using a descriptive qualitative method with mosaic approach and thematic participatory data analysis. Participants consisted of six adolescents aged 11-14 years through purposive sampling. The results show 5 main themes: character, desire preferences, comfort, and self-formation. Specifically, low father involvement related with adolescents who tend to be closed, fear of rejection, hard to build friendships, and a high need for support, acceptance, and freedom. This study contributes to understanding the experiences of fatherless adolescents in Indonesia, while also highlighting the promising potential of the mosaic approach as a child assessment method
Kata Kunci : Konsep diri, Fatherless, Pendekatan mozaik, Remaja