Laporkan Masalah

Analisis distribusi pendapatan penduduk dan hubungannyadengan pertumbuhan ekonomi (studi kasus kabupaten Bantul dan kabupaten Gunungkidul DIY, analisis hasil susenas kor tahun 1997 -2002)

Neni Karsiniwati, Lutfi Muta'ali, S.Si., M.T.; Drs. Risyanto, M.S.

2004 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

"Pemerataan (Distribusi Pendapatan Penduduk) versus pertumbuhan (Pertumbuhan Ekonomi)" selalu menjadi polemik dalam sebuah proses pembangunan suatu negara. Begitu juga halnya dalam tingkat regional yakni di Kabupaten Bantul dan Kabupaten Gunungkidul. Penelitian ini menggunakan data "time series" dari tahun 1997-2002 yang bertujuan pertama mengetahui distribusi pendapatan penduduk, kedua mengetahui pertumbuhan ekonomi, ketiga mengetahui hubungan (relasi) distribusi pendapatan penduduk dengan pertumbuhan ekonomi keempat mengetahui implikasinya dalam pembangunan wilayah. Penelitian ini dilakukan dengan analisis data sekunder. Data SUSENAS kor data pengeluaran untuk konsumsi penduduk digunakan untuk mengetahui distribusi pendapatan penduduk, data PDRB berdasarkan harga konstan untuk pertumbuhan ekonomi. Dengan analisis data yaitu: pertama Koefisien Gini (Gini Ratio) dan Kurve Lorenz untuk mengetahui distribusi pendapatan penduduk, kedua penghitungan Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) untuk mengetahui pertumbuhan ekonomi, ketiga uji relasi scatter plot untuk mengetahui hubungan (relasi) distribusi pendapatan penduduk dengan pertumbuhan ekonomi Berdasarkan analisis tersebut diperoleh hasil pertama distribusi pendapatan penduduk di Kabupaten Bantul dan Kabupaten Gunungkidul dilihat dari nilai Koefisien Gininya berada dalam kategori merata, Kabupaten Bantul dari tahun 1997-2002 distribusi pendapatan penduduknya mengalami peningkatan sedangkan untuk Kabupaten Gunungkidul mengalami penurunan. Hasil dari tahun ke tahun Kabupaten Bantul menunjukkan hasil yang semakin membaik sedangkan Kabupaten Gunungkidul semakin memburuk. Dilihat dari angkanya Kabupaten Bantul dan Kabupaten Gunungkidul termasuk dalam kategori tingkat ketidakmerataan rendah. Untuk pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bantul dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, Kabupaten Gunungkidul mengalami penurunan, penurunan drastis dengan angka minus terjadi pada tahun 1998 sebagai efek dari krisis yang berangsur-angsur pulih mulai tahun 1999 dan seterusnya sampai tahun 2002. Secara umum hubungan distribusi pendapatan penduduk dan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bantul Kabupaten Gunungkidul adalah negatif, ini dapat dilihat dari angka pertumbuhan ekonomi mengalami peningkatan tetapi distribusi pendapatan penduduknya mengalami penurunan. Untuk mewujudkan hal-hal tersebut di atas, maka pola pembangunan yang perlu yang ditempuh adalah dengan cara menciptakan pembangunan yang seimbang. Secara umum, cara ini dapat ditempuh dengan menghindari pemusatan faktor-faktor produksi terhadap sekelompok masyarakat. Pemberian kesempatan kepada seluruh lapisan masyarakat, penciptaan kesempatan berusaha kepada golongan masyarakat yang tertinggal merupakan alternatif yang dapat ditempuh.

Distribution (people income distribution) versus growth (economic growth) always becomes polemic in development process in a country. It also occurs in regions! level, thai is, in Bantul and Gunungkidul regencies. This study used time series data from 1997 to 2002 aiming to investigate people income distribution, economic growth, relationship between income distribution and economic growth and its implication in regional development. The study was done by analyzing secondary data. SUSENAS data used in this study is data of expenditure for consumption used to identify income distribution, and constant based GRDP to identify economic growth. It used analytical tools of Gini Ratio and Lorenz Curve to identify income distribution, economic growth rate to identify economic growth and scatter plot relation test to identify relationship between income distribution and economic growth. Based on the analysis, the result are: first, income distribution in Bantul and Gunungkidul regency in term of their Gini Ratio is category of distributed. In period of 1997 to 2002, income distribution of Bantul regency increased while one of Gunungkidul regency decreased. Result from years to years indicated that result in Bantul regency is increasing betters, while result of Gunungkidul regency is increasingly worse. From the figures obtained, Bantul and Gunungkidul regency was included in low uneven distribution. In economic growth side, Bantul regency experienced increase over years while Gunungkidul regency experienced decline. The drastic decline with minus figure occurred in 1998 as impact of national economic crisis that gradually recovered since 1999 to 2002. In general, relationship between income distribution and economic growth in Bantul ang Gunungkidul regencies in negative. It is indicated from figure of economic growth that increases but figure of people income distribution decrease. Based on result, suggestion is provided that government should apply development pattern that create even development. In general, it can be implemented by avoiding centralizing production factors on certain communities. Providing opportunity to all people, creating business opportunity to left communities are applicable alternatives.

Kata Kunci : Distribusi pendapatan,Pendapatan penduduk,pertumbuhan ekonomi,Gunungkidul,Yogyakarta,DIY

  1. S1-2004-112113-Abstract.pdf  
  2. S1-2004-112113-Bibliography.pdf  
  3. S1-2004-112113-TableofContent.pdf  
  4. S1-2004-112113-Title.pdf