Analisis kinerja dan kelayakan restrukturisasi investasi PT. X Jakarta
HERLINA, Triswahju, Dr.Ir. Suhatmini Hardyastuti, MS
2005 | Tesis | Magister Manajemen AgribisnisIndustri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) sebagai sub sistem Agribisnis merupakan jenis industri yang memproduksi mulai dari serat sampai menjadi kain dimana melalui suatu tahap-tahapan proses sehingga siap dipergunakan sesuai dengan kebutuhannya. Industri Tekstil dan Produk Tekstil secara umum meliputi industri serat, benang, tenun/kain, pakaian dan produk tekstil lainnya. Didalam perkembangannya Industri Tekstil dan Produk Tekstil mengalami masa pasang surut. Berbagai permasalahan baik internal maupun eksternal menimpa industri tersebut. Penelitian Analisis Kinerja dan Kelayakan Restrukturisasi Pinjaman Pada Perusahaan Tekstil PT X dimaksudkan untuk mengetahui kelayakan restrukturisasi yang sedang diajukan; kinerja perusahaan dilihat dari laporan keuangan, analisis ratioratio, dan hambatan proses restrukturisasi yang sebelumnya telah dilakukan dilihat dari perbandingan pos-pos laporan rugi/laba proposal restrukturisasi yang diajukan pada tahun 1999 dan realisasi yang terjadi sampai tahun 2003. Data yang digunakan adalah laporan keuangan pada periode tahun 1999 sampai tahun 2003 dan proposal restrukturisasi. Hasil analisis menunjukkan restrukturisasi layak dijalankan karena menghasilkan NPV positip, Profitability index lebih besar dari 1, Payback Period lebih cepat 1 tahun dari restrukturisasi sebelumnya, serta memberikan IRR yang lebih besar dari tingkat suku bunga bank, namun apabila mendasarkan pada analisis ratio yang dilakukan menunjukkan bahwa perusahaan dalam kondisi tidak sehat, sehingga proses restrukturisasi ulang beresiko untuk dilakukan. Sedangkan berdasarkan hasil analisis hambatan restrukturisasi menunjukkan bahwa gagalnya restrukturisasi disebabkan karena adanya kenaikan yang signifikan dalam pos-pos biaya perusahaan, dan lebih buruknya terjadi pula penurunan yang sangat tajam dalam harga jual dan jumlah kapasitas produksi., namun mengingat pinjaman telah dikucurkan dan pemilik perusahaan berkepentingan untuk mempertahankan nama baik dengan bersedia menurunkan jumlah kewajibannya maka bank lebih memperhatikan hasil analisis kelayakan restrukturisasi yaitu restrukturisasi layak dijalankan kembali. Untuk mendapatkan hasil restrukturisasi ulang yang sesuai target maka perusahaan harus melaksanakan monitoring, efisiensi pos-pos biaya operasional sedemikian rupa, serta memproduksi jenis benang yang harganya tinggi dan diminati pasar sehingga memberikan harga jual dan daya serap pasar yang lebih besar dan dapat meningkatkan target penjualan yang akhirnya dapat meningkatkan kapasitas produksi dan penerimaan perusahaan.
The textile industry as sub system of agricultural is a type of industry which is producing from fibers the textile with several industrial process or step until the product is ready to be use or needed. The textile industry in general include the fibers industry, yarn, fabrics, garment and the others textile product. In its development the textile industry has been experiencing business up and down. Many internal and external issues has been impacting the industry. This performance analysis and feasibility study of Credit Restructuring of Textile Company PT. X was intended to be known feasibility of new restructuring proposal PT. X; the company performance was analyzed by using its financial reports and ratios analysis, and; to final some problems which were encountered in the restructuring process that had been done previously by comparing the income statement items of restructuring proposal at 1999 with realized until 2003. The data used in the study was taken from the financial reports for the period of 1999-2003 and restructuring proposal. The result of the analysis showed that the restructuring was feasible to be done or perform because its would result in positive NPV, Profitability Index would be larger then one, Payback Period would be one year quicker than previous restructuring and Internal Rate of Return was bigger than the bank interest rate, but according to the ratio analysis with had been done it showed that the condition of the company was unhealthy so re-restructuring process on high risk to be implementation. According to the problem in the restructuring process were caused by a significant increase of the company cost and more been worse by sharp the decrease of selling price and the quantity of production capacity. Therefore the rerestructuring process based on the performance analysis was not feasible to be performed, but considering that credit have been given and the company owners concern to maintain his reputation and prepare to reduce his liabilities, bank more view result of the restructuring feasibility analysis. To achieve the result of re-restructuring will meet the target. The company must monitor his activity, efficiencies in operational cost, and produce the high price yarn so that its will give high selling price and market absorption and improve the target of sale, product capacity and company revenue.
Kata Kunci : Agribisnis,Restrukturisasi Pinjaman,Studi Kelayakan