Penggunaan Foto Udara dan Sistem Informasi Geografis untuk pemetaan kesehatan lingkungan permukiman (kasus dikecamatan Semarang Timur dan kecamatan Semarang Tengah)
Muhammad Hanafi Muslim, Dra. Endang Saraswati, M.S.; Barandi Sapta Widartono, S.Si.
2004 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUHPenelitian ini mempelajari tentang Penggunaan Foto udara dan Sistem Informasi Geografis untuk Pemetaan Kesehatan Lingkungan Permukiman. Kasus di Kecamatan Semarang Timur dan Kecamatan Semarang Tengah. Tujuan penelitian adalah untuk pemetaan kesehatan lingkungan permukiman, mengetahui persebaran kelas kesehatan lingkungan permukiman dan menentukan prioritas perbaikannya. Semarang timur dan Semarang Tengah dipilih sebagai daerah penelitian berdasarkan data Biro Pusat Statistik yang menunjukkan bahwa dua kecamatan tersebut memiliki pertumbuhan penduduk dan kepadatan rumah yang tinggi dan sebagai indikator permasalahan kesehatan lingkungan permukiman. Metode yang digunakan dalam membuat peta adalah pengharkatan (skoring) terhadap beberapa parameter yang disadap dari foto udara yaitu kepadatan rumah, kerawanan banjir, kepadatan jalan, kondisi permukaan jalan, pohon pelindung, pengaruh polusi dan dilengkapi dengan kerja lapangan seperti kondisi air minum, saluran air hujan dan limbah, tempat sampah dan kondisi bangunan. Metode pengambilan sampel adalah acak bertingkat (stratified random sampling). Analisis dilakukan terhadap unit permukiman seperti analisis sebaran permukiman dan analisis jarak (terhadap sungai, jalan). Metode analisa persebaran permukiman digunakan analisa tetangga terdekat (nearest neighbour analysis) sehingga diketahui bahwa persebarannya seragam, menyebar atau mengelompok. Hasil penelitian berupa peta kesehatan lingkungan permukiman beserta peta prioritas perbaikan kesehatan lingkungan permukiman. Dengan peta tersebut diketahui bahwa daerah penelitian umumnya mempunyai kondisi kesehatan lingkungan permukiman sedang. Prioritas perbaikan kesehatan lingkungan permukiman direkomendasikan untuk beberapa permukiman dengan kondisi kesehatan buruk seperti di Kelurahan Kemijen Kecamatan Semarang Timur, dan Kelurahan Kranggan Kecamatan Semarang Tengah. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah foto udara pankromatik hitam putih skala 1:10.000 dapat digunakan untuk interpretasi parameter kesehatan lingkungan permukiman sehingga dihasilkan peta kesehatan lingkungan permukiman.
This research to study an Aplication of Aerial Photograph and Geographical Information System for Mapping of Settlement's Environmental Health at Semarang Timur and Semarang Tengah subdistricts. The aim of the research for mapping of settlement's envirounmental health, knowing it's distribution and determining the restoration priorities. Semarang Timur and Semarang Tengah were selected as research area based on data of Central Statistic Bureau that the area had a high resident growth and high density housing as an indicator of setlement's envirounmental health problem. The methode for mapping of settlement's envirounmental health is scoring toward some parameters which extraxted from black and white pancromatic areal photograph of scale 1:10.000. The parameters are house density, floods crisis, internal accessibility, street surface condition, trees canopy, pollution and supported with some field data like sanitation, drinking water, aqueduct of rain and waste, trash and building condition. Sampling method is stratified random sampling. Some analysis had done to settlements unit such as settlement's distribution pattern, distance analysis and statistical analysis. The analysis methode of setlement's distribution pattern is Neareat Neighbour Analysis. The research result are map setlements's envirounmental health dan map of setlement's envirounmental health restoration priorities. With this map, known that at the research areas commonly have fair condition of settlement's environmental health. The restoration priority of settlement's environmental health was recommended to some area like in Kemijen village subdistrict of Semarang Timur, Kranggan village subdistrict of Semarang Tengah. This researh showed that black and white pancromatic aerial photograph scale 1:10.000 could be used to interpret the settlement's environmental health parameter so the map of settlement's envirounmental health could be made.
Kata Kunci : Foto Udara, Sistem Informasi Geografis, Kesehatan Lingkungan,permukiman