Analisis Karakteristik Fisikokimia dan Tingkat Kesukaan Konsumen Salt Body Scrub yang Diperkaya Kolagen Kulit Ikan Nila
Vidya Setianti Wulandari, Dr. Ir. Latif Sahubawa, M.Si.; Indun Dewi Puspita, S.P., M.Sc., Ph.D.
2026 | Tesis | S2 ILMU PERIKANAN
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemanfaatan garam krosok
yang belum memenuhi standar industri pangan serta meningkatnya limbah kulit ikan
nila dari sektor perikanan budidaya, sehingga diperlukan diversifikasi pemanfaatan
bahan baku lokal ke sektor non-pangan, salah satunya industri kosmetik. Penelitian
ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi konsentrasi garam krosok dan
penambahan kolagen kulit ikan nila terhadap karakteristik fisikokimia dan tingkat
kesukaan konsumen sediaan salt body scrub serta menentukan formulasi terbaik.
Penelitian dilakukan menggunakan rancangan faktorial dengan variasi konsentrasi
garam krosok dan kolagen, dengan parameter pengujian meliputi homogenitas, tipe
emulsi, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, stabilitas emulsi, aktivitas antioksidan,
efektivitas kelembapan kulit, serta uji hedonik terhadap atribut warna, aroma, tekstur,
dan kesukaan keseluruhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi konsentrasi
garam krosok dan penambahan kolagen berpengaruh nyata terhadap beberapa
parameter fisikokimia dan tingkat kesukaan konsumen, di mana penambahan
kolagen cenderung meningkatkan stabilitas fisik, kenyamanan penggunaan, dan
efektivitas peningkatan kelembapan kulit. Formulasi P6 menghasilkan karakteristik
fisikokimia paling seimbang serta memperoleh nilai kesukaan keseluruhan tertinggi
pada uji hedonik dibandingkan formula terpilih lainnya. Dengan demikian,
pengembangan salt body scrub berbasis garam krosok yang diperkaya kolagen kulit
ikan nila berpotensi memberikan nilai tambah bagi garam rakyat dan limbah
perikanan serta berpeluang dikembangkan sebagai produk kosmetik berbahan alami
yang dapat diterima oleh konsumen.
This study was motivated by the limited utilization of sea salt that does not meet food industry standards and the increasing amount of Nile tilapia skin waste from aquaculture activities, which encourages diversification of local raw materials into non-food sectors, particularly the cosmetic industry. This study aimed to evaluate the effects of sea salt concentration and the addition of Nile tilapia skin collagen on the physicochemical characteristics and consumer acceptance of salt body scrub formulations and to determine the best formulation. A factorial experimental design was applied using variations in sea salt and collagen hydrolysate concentrations, with evaluated parameters including homogeneity, emulsion type, pH, viscosity, spreadability, adhesiveness, emulsion stability, antioxidant activity, skin moisturizing effectiveness, and hedonic attributes of color, aroma, texture, and overall preference. The results showed that variations in sea salt concentration and collagen addition significantly affected several physicochemical properties and consumer acceptance, in which collagen incorporation tended to improve physical stability, application comfort, and skin moisturizing effectiveness. Formulation P6 exhibited the most balanced physicochemical characteristics and achieved the highest overall preference score among the selected formulations. Overall, this study demonstrates that sea salt enriched with Nile tilapia skin collagen has strong potential to be developed as a natural salt body scrub product with favorable quality attributes and good consumer acceptance.
Kata Kunci : Garam krosok, kolagen kulit ikan nila, salt body scrub, karakteristik fisikokimia, uji hedonik/ sea salt, Nile tilapia skin collagen hydrolysate, salt body scrub, physicochemical characteristics, hedonic test.