Laporkan Masalah

Pengaruh Pemberian Limbah Budidaya Maggot Hermetia illucens Terhadap Pertumbuhan Dan Kandungan Nutrien

Ilham Prayogi Utomo, Dr. Senny Helmiati, S.Pi., M. Sc.

2026 | Skripsi | BUDIDAYA PERIKANAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberian limbah budidaya Maggot Hermetia illucens dengan dosis berbeda terhadap kandungan nutrien dan pertumbuhan pada Wolffia sp. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan tiga perlakuan dosis pupuk 1,5 g/L, 2,5 g/L, dan 3,5 g/L serta tiga ulangan. Wolffia dibudiayakan selama 30 hari dengan padat tebar sebanyak 2 g/L dengan penambahan air limbah budidaya maggot setiap 10 hari sebanyak 2 L berdasarkan perlakuan dan sampling yang dilakukan setiap 5 hari. Data pertumbuhan dan kandungan nutrien yang diperoleh dianalisis menggunakan Analysis of Varians dengan ketelitian 95%, jika hasil analisis menunjukkan beda nyata maka dilanjutkan dengan menggunakan Uji Tukey Honestly Significant Difference. Limbah budidaya maggot mengandung kisaran protein sebesar 63,95±1,15% - 69,37±0,42%, lemak 0,40±0,00% - 2,22±0,20%, carbohydrate by difference 6,22±0,50% - 26,84±0,06%, dan beta karoten 21.661,21±102,02 - 32.493,32±65,12 µg/100g. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan Wolffia tertinggi pada pemberian pupuk sebesar 1,5 g/L dengan rerata berat akhir sebesar 107,61±8,39 g.

This study aimed to determine the effects of different doses of maggot (Hermetia illucens) culture waste on the nutrient content and growth of Wolffia sp. The experiment employed a Completely Randomized Design with three fertilizer dose treatments—1.5 g/L, 2.5 g/L, and 3.5 g/L—and triplicates. Wolffia was cultured for 30 days at a stocking density of 2 g/L, with the addition of maggot culture wastewater every 10 days at a volume of 2 L according to the respective treatments, and sampling was conducted every 5 days. Growth and nutrient content data were analyzed using Analysis of Variance at a 95% confidence level, when significant differences were detected, Tukey’s Honestly Significant Different test was applied. Maggot culture waste contained protein ranging from 63.95 ± 1.15% to 69.37 ± 0.42%, fat from 0.40 ± 0.00% to 2.22 ± 0.20%, carbohydrates by difference from 6.22 ± 0.50% to 26.84 ± 0.06%, and beta-carotene from 21,661.21 ± 102.02 µg/100 g to 32,493.32 ± 65.12 µg/100 g. The results showed that the highest Wolffia growth was achieved with a fertilizer dose of 1.5 g/L, yielding an average final weight of 107.61 ± 8.39 g.

Kata Kunci : Limbah Maggot, NPK, nutrien pertumbuhan, Wolffia sp.

  1. S1-2026-481893-abstract.pdf  
  2. S1-2026-481893-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-481893-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-481893-title.pdf