Laporkan Masalah

Perubahan perilaku pemberian ASI (Air Susu Ibu) di propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 1996 dan 2000 (Hasil analisis susenas kor tahun 1996 dan 2000)

Indah Tri Cahyani, Drs. Alip Sontosudarmo, M.S.; Rr. Wiwik Puji Mulyani, S.Si., M.Si.

2004 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji perubahan perilaku pemberian air susu ibu dan perbedaan perilaku pemberian air susu ibu berdasarkan faktor demografi, sosial, dan ekonomi, menurut kabupaten/kota di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 1996 dan 2000. Data yang digunakan adalah data mentah dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) untuk Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 1996 dan 2000. Data Susenas Kor merupakan data yang paling cocok untuk penelitian yang berkaitan dengan keadaan demografi, sosial, dan ekonomi masyarakat dan dapat dianalisa sampai tingkat kabupaten/kota. Pengolahan data menggunakan progam SPSS 10 dan hasil penelitian disajikan dalam bentuk tabel silang. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) telah terjadi perubahan perilaku pemberian air susu ibu yang positif di Propinsi DIY antara tahun 1996 dan 2000, yang ditunjukkan oleh peningkatan rata-rata lama menyusui dari 20,48 bulan pada tahun 1996 menjadi 20,81 bulan pada tahun 2000, dan peningkatan persentase pemberian air susu secara eksklusif yaitu dari 36,9 persen pada tahun 1996 menjadi 46,2 persen pada tahun 2000, (2) peningkatan rata-rata lama menyusui terjadi di Kabupaten Kulonprogo dan Kabupaten Bantul, penurunan rata-rata lama menyusui terjadi di Kabupaten Gunungkidul, Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta, dan terjadi peningkatan persentase pemberian air susu ibu secara eksklusif di setiap kabupaten/kota, (3) ibu menyusui yang tidak sekolah/tidak tamat SD dan berasal dari rumah tangga miskin cenderung untuk menyusui bayinya lebih lama (4) ibu menyusui yang tamat SD keatas dan penolong persalinannya oleh tenaga medis cenderung untuk menyusui bayinya secara eksklusif. Perlu dilakukan usaha yang lebih giat lagi baik dari pemerintah maupun masyarakat, untuk meningkatkan perilaku pemberian air susu ibu. Usaha-usaha tersebut dapat berupa peningkatan pengetahuan tentang perilaku pemberian air susu ibu yang benar, yaitu dengan memberikan air susu ibu kepada bayi sejak lahir sampai berusia 4-6 bulan, setelah itu pemberian air susu ibu dilanjutkan dengan pemberian makanan/minuman tambahan sampai bayi berusia 2 tahun, yang ditujukan kepada ibu menyusui dan penolong persalinan baik medis maupun non medis, pendirian TPA (Tempat Penitipan Anak) di tempat ibu bekerja, pendirian noorsing room (ruangan khusus untuk menyusui) di tempat-tempat umum, membuat iklan untuk mempromosikan perilaku pemberian air susu ibu yang benar yang dimuat di media massa maupun dalam bentuk baliho yang dipasang di tempat-tempat umum.

The objectives of this research is to examine the breast feeding changing behavior and the breast feeding differentiation behavior according to economic, social and demographic factor, according to province/city in Yogyakarta province in 1996 and 2000. Secondary data from The National Social Economy Survey Data in 1996 and 2000 is employed for this research. The National Social Economy Kor Data is the most suitable data in this research related to demographic, social and economy society and it could be analyzed up to district/city level. Processing data used SPSS program and result refer in cross tables. This result shows that: (1) there is positive changing in breast feeding behavior in Yogyakarta province among 1996 and 2000 showed by the escalation of breast feeding duration average that is from 20,48 months in 1996 to become 20,81 months in 2000, and the escalation of exclusive breast feeding percentage that is from 36,9 percent in 1996 to become 46,2 percent in 2000 (2) the escalation of breast feeding duration average occurred in Kulonprogo and Bantul district, the decline of breast feeding duration average occurred in Gunungkidul district, Sleman district and Yogyakarta city, and the escalation of exclusive breast feeding percentage is occurred in every district/city, (3) breast feeding mother who has not graduated/has not take elementary school and come from poor family tend to longer their breast feeding duration (4) breast feeding mother who has graduated from elementary school or higher and assist in their birth by medical assistance tend to breast feeding their baby exclusively. The government and civil society need to take more effort to increase the breast feeding behavior. These effort could performed by increasing the right breast-feeding knowledge, that is exclusively breast feeding to their baby for about 4-6 months, and continued breast feeding for up 2 years of age while receiving complementary food, to breast feeding mother and birth assistance whether is medical or non medical, founding TPA (Tempat Penitipan anak) in mother's workplace, founding noorsing room (special breast feeding location) in public space, make an advertisement to promoting breast feeding behavior that contained in publication or ballyhoo that placed in public space.

Kata Kunci : Perubahan perilaku, Pemebrian Asi, Kota Yogyakarta,DIY

  1. S1-2004-115372-Abstract.pdf  
  2. S1-2004-115372-Bibliography.pdf  
  3. S1-2004-115372-TableofContent.pdf  
  4. S1-2004-115372-Title.pdf