Mobilitas non permanen tenaga kerja perempuan di desa Trihanggo kecamatan Gamping kabupaten Sleman Yogyakarta
Nur Janani, Prof. Dr. Ida Bagoes Mantra; Sri Rum Giyarsih, S.Si., M.Si.
2003 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANTerbatasnya lahan pertanian dan kesempatan kerja dengan hasil dan upah yang rendah dari pekerjaan yang ditekuni migran menyebabkan terjadinya mobilitas penduduk keluar komunitasnya. Penelitian yang dilakukan di Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, ini bertujuan untuk mengetahui profil tenaga kerja pelaku mobilitas, faktor determinan mobilitas yang dilakukan oleh tenaga kerja perempuan di daerah penelitian, aktivitas kerja dan pendapatan bersih yang diperoleh migran di daerah tujuan, serta faktor-faktor demografi dan sosial ekonomi yang berpengaruh terhadap bentuk mobilitas yang dilakukan oleh migran di daerah asal. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, dengan penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive di Desa Trihanggo. Responden penelitian ini adalah tenaga kerja perempuan yang melakukan mobilitas non permanen sebanyak 100 orang yang ditentukan secara non probabiliti sampling. Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder. Analisis yang digunakan adalah analisis tabel silang dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari profil dan determinan mobilitas diketahui sebagai berikut; 1) Migran pada umumnya tergolong usia prima dimana dalam usia tersebut mereka dapat memanfaatkan tenaganya semaksimal mungkin untuk mencari nafkah penghasilan. 2) Migran umumnya berstatus kawin, tetapi tidak menyurutkan migran untuk bekerja dan terlibat aktif dalam kegiatan ekonomi menambah penghasilan keluarga 3) Jumlah anggota rumah tangga migran umumnya antara 2 sampai 4 orang, hal itu menunjukkan migran masih terdiri dari keluarga inti yaitu orang tua dan anak dengan demikian masih membutuhkan kedekatan dengan keluarga sehingga lebih banyak melakukan mobilitas dekat daerah mereka. Migran umumnya juga tidak memiliki tanggungan keluarga (61%), hanya sebagian kecil saja yang memiliki beban tanggungan keluarga (39%). Minimnya beban tanggungan keluarga menjadikan migran tidak terlalu terbebani dalam melakukan mobilitas yang diinginkan. 4) Migran umumnya memiliki tingkat pendidikan menengah 66% yaitu terdiri dari jenjang pendidikan SLTP/ sederajat 27 % dan SLTA/ sederajat 39%, pendidikan tersebut menjadi modal migran untuk mencari pekerjaan yang diinginkan dan cenderung ke lain daerah. 5) Migran umumnya menekuni pekerjaan buruh (32%), hal itu dilakukan untuk menangkap kesempatan kerja (perusahaan) yang ada dekat di sekitar daerah asal, Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa migran umumnya berkecimpung dalam pekerjaan sektor informal yaitu berprofesi sebagai buruh, pedagang, pelayan toko, jasa, pembantu rumah tangga (PRT) dan karyawan/ pegawai. Pendapatan migran rata-rata Rp 11.950,- per hari. Usaha meningkatkan pendapatan dilakukan oleh migran dengan cara bekerja keras dengan jam kerja rata-rata 5 jam perhari. Pada umumnya migran telah lama menekuni pekerjaan di daerah tujuan dengan rata-rata 7 tahun. Dari bentuk mobilitas, migran ulang-alik memiliki prosentase 62 %, dan migran nginap/mondok prosentasenya 38%. Migran ulang-alik umumnya berumur 35-44 tahun, berstatus kawin, memiliki anggota rumah tangga rata-rata 4 orang, berpendidikan dan ketrampilan rendah serta berprofesi sebagai pedagang (93,1%). Adapun migran nginap/mondok umumnya berumur 15-34 tahun, berstatus belum kawin, memiliki anggota rumah tangga rata-rata 5 orang, berpendidikan tinggi, dan berprofesi sebagai karyawan/pegawai (71,4%).
ABSTRACT The limited farm of agriculture and opportunity work with the low fee and result from work elaborated by the migrant cause the happening of resident mobility go out its community. The research conducted in Countryside Trihanggo, Subdistrict Gamping, Regency Sleman, aim's to know the profile of labour mobility, factor of mobility determinant conducted by woman labour in research area, activity work and net earning obtained by migrant in destination area, and also factors of demography and economics social having an effect on mobility pattern conducted by migrant in origin area. Research method used method survey, with the determination of research area conducted by purposive in Countryside Trihanggo. This Research Responder is woman labour' doing mobility of nonpermanent as much 100 one, who is determined by non probability sampling. Data collected by data of primary and data secondary. Analysis used by crossed tables analysis and descriptive analysis. Result of research indicate that from profile and mobility determinant known as follows 1) Generally of migrants pertained by a first-rate age where in the age they can exploit its energy as maximum to earn life the production 2) Migrant generally have status to marry, but do not withdraw the migrant to work and involved active in economic activity add the family production 3) Sum up the member of domestic generally of migrant of mean 4 people, that matter show the migrant still be consisted by the core family that is parent and child thereby still require the contiguity with the family so that more amount conducting mobility of near by their area. Generally of migrant nor own the family responsibility (61%), only some of just minimizing owning burden of family responsibility (39%). Its minim is burden of family responsibility make the migrant do not too encumbered in conducting wanted mobility 4) Generally of migrant own the middle education level 66% that is consisted by the ladder of education SLTP/ on an equal 27% and SLTA/ on an equal 39%, the education become the capital migrant to look for the work wanted and tend to other area 5) Generally of migrant elaborate the labour work (32%), that matter conducted to catch the opportunity work the (existing business) somewhere about origin area Result of research show the generally of migrant dabble in informal sector work that is have profession to as labourer, merchant, salesclerk, service, housemaid (PRT) And employees/ officer. Earnings of Migrant of mean Rp 11.950,- per day. Effort improve the earnings conducted by migrant by striving with the office hours of mean 5 clock per day. Generally of migrant have old elaborate work in target area with the mean 7 year. From mobility form, migrant commute to own the percentage 62 %, and migrant lodge the percentage 38%. Migrant commute generally old age 35-44 year have, status to marry. owning member of mean domestic 4 people have, education to and skilled lower and also have profession to as merchant (93,1%). As for migrant lodge generally old age 15-34 year have, unmarried status to, owning member of mean domestic 5 people have, higher education, and have profession to as employees / officer (71,4%)
Kata Kunci : Mobilitas tenaga kerja, Mobilitas non permanen,tenaga kerja perempuan,Gamping,Sleman,DIY