Hidrokimia dan Pencemaran Air Tanah di Daerah Sekitar Teluk Palu, Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah
AMMAR DWI ATMAJA, Prof. Dr.Eng. Ir. Wahyu Wilopo, S.T., M.Eng.; Dr.rer.nat. Ir. I Wayan Warmada, IPM.
2026 | Skripsi | TEKNIK GEOLOGI
Kota Palu yang terus
mengalami perkembangan dan pertumbuhan penduduk menyebabkan kebutuhan akan air
bersih juga terus meningkat. Berdasarkan observasi lapangan oleh peneliti pada
tahun 2024, air tanah di Kota Palu memiliki karakteristik yang bervariasi dan
berpotensi mengalami pencemaran. Penelitian meliputi observasi geologi dan
hidrogeologi, analisis hidrokimia, dan identifikasi pencemaran air tanah menggunakan
analisis AAS, analisis XRD, dan identifikasi tata guna lahan daerah penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa air tanah di daerah penelitian terbagi
menjadi lima tipe, tipe Ca2+-Mg2+-HCO3-,
Na+-Mg2+-HCO3-, Na+-HCO3-,
Na+-SO42-, dan Na+-Mg2+-SO42-.
Beberapa pencemaran air tanah teridentifikasi di daerah penelitian. Air tanah
mengalami pencemaran Fe di Kecamatan Palu Barat, Mn di Kecamatan Palu Timur dan
Palu Barat, NO3- di Kecamatan Mantikulore, dan sebagian
Kecamatan Ulujadi dan Palu Barat, dan juga pencemaran Cl- teridentifikasi
di satu titik pengamatan di Kecamatan Palu Barat. Dari hasil analisis, pencemaran
Fe dan Mn di daerah penelitian bersumber dari sumber alami yaitu keberadaan
mineral pembawa Fe dan Mn dalam akuifer. Pencemaran NO3- dan
Cl- disebabkan dari sumber antropogenik yang mana NO3-
bersumber dari limbah kotoran manusia, sedangkan pencemaran Cl-
bersumber dari limbah rumah tangga.
The continuous development of Palu City and its growing population have
resulted in an increasing demand for clean water. Based on field observations
conducted by the researchers in 2024, groundwater in Palu City exhibits diverse
characteristics and shows potential vulnerability to contamination. The
research involved geological and hydrogeological observations, hydrochemical
analysis, and groundwater contamination assessment using AAS analysis, XRD
analysis, as well as land-use identification within the study area.The results
indicate that groundwater in the study area can be classified into five types:
Ca²?-Mg²?-HCO??, Na?-Mg²?-HCO??, Na?-HCO??, Na?-SO?²?, and Na?-Mg²?-SO?²?.
Several forms of groundwater contamination were identified across the study
area. Fe contamination was detected in West Palu District; Mn contamination
occurred in East Palu and West Palu Districts; NO?? contamination was found in
Mantikulore District and some parts of Ulujadi and West Palu Districts; and Cl?
contamination was identified at one observation point in West Palu District. The
analysis indicates that Fe and Mn contamination in the study area originates
from natural sources, specifically from Fe and Mn-bearing minerals within the
aquifer. In contrast, NO?? and Cl? contamination is attributed to anthropogenic
sources, where NO?? is derived from faecal source, while Cl? contamination
originates from domestic wastewater.
Kata Kunci : Kota Palu, Air Tanah, Hidrokimia, Pencemaran Air Tanah