Laporkan Masalah

Studi Geoheritage Gua Tenggar, Kecamatan Tanggunggunung, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur

ANGGAR TANUWARDHANA, Agus Hendratno, S.T., M.T. ; Dr.Eng. Ir. Didit Hadi Barianto, S.T., M.Si., IPM

2026 | Skripsi | TEKNIK GEOLOGI

Gua Tenggar adalah gua yang berada di Desa Tenggarejo, Kecamatan Tanggunggunung, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi geologi Gua Tenggar serta untuk menginventarisasi  dan mengevaluasi kelayakannya sebagai geoheritage. Proses inventarisasi keragaman geologi dilakukan dengan pedoman Standar Teknis Inventarisasi Keragaman Geologi (Badan Geologi, 2017). Metode asesmen kelayakan didasarkan pada Petunjuk Teknis Asesmen Sumberdaya Warisan Geologi (Badan Geologi, 2017) dengan parameter asesmen berupa nilai saintifik, nilai edukasi, nilai pariwisata, dan resiko degradasi. Pengambilan data yang dilakukan berupa surface mapping di sekitar area Gua Tenggar dengan luas 3 x 3 km serta penelusuran area dalam Gua Tenggar. Daerah penelitian dapat dibagi menjadi 2 satuan geomorfologi yaitu Satuan Perbukitan Karst Tenggarejo dan Satuan Perbukitan Denudasional Gunung Tepus, serta dapat dibagi menjadi 3 satuan batuan, yaitu Satuan Batugamping Kristalin-Calcilutite, Satuan Calcarenite-Calcirudite, dan Satuan Batupasir Tufan. Bagian dalam Gua Tenggar tersusun oleh 4 speleothem utama, yaitu stalaktit, stalakmit, flowstone, dan draperies. Gua Tenggar tersusun oleh litologi utama berupa wackestone dengan ditemukan litologi berupa andesit di beberapa area. Gua Tenggar menjadi jalur sungai bawah tanah dengan sistem inlet berasal dari aliran sungai intermiten yang berada di sisi utara gua. Sedimen penyusun Gua Tenggar terdiri dari endapan fragment tulang, endapan pasir, serta endapan lumpur. Berdasarkan analisis kelayakan yang dilakukan pada penelitian ini, Gua Tenggar masuk dalam tingkat kelayakan tinggi.

Tenggar Cave is located in Tenggarejo Village, Tanggunggunung District, Tulungagung Regency, East Java, Indonesia. This study aims to investigate the geological conditions of Tenggar Cave and to inventory and evaluate its feasibility as a geoheritage site. The inventory of geological diversity was conducted following  Standar Teknis Inventarisasi Keragaman Geologi (Badan Geologi, 2017). The feasibility assessment was carried out based on the Petunjuk Teknis Asesmen Sumberdaya Warisan Geologi (Badan Geologi, 2017) using assessment parameters including scientific value, educational value, tourism value, and degradation risk. Data collection consisted of surface geological mapping covering an area of 3 × 3 km around Tenggar Cave and detailed cave exploration. The study area can be divided into two geomorphological units, namely the Tenggarejo Karst Hill Unit and the Gunung Tepus Denudational Hill Unit, and three lithological units: the Crystalline Limestone–Calcilutite Unit, the Satuan Calcarenite-Calcirudite Unit, and the Tuffaceous Sandstone Unit. The interior of Tenggar Cave is characterized by four main speleothems: stalactites, stalagmites, flowstones, and draperies. The cave is predominantly composed of wackestone, with volcanic breccia lithology occurring in several areas. Tenggar Cave functions as an underground river passage, with the inlet system sourced from an intermittent surface stream located on the northern side of the cave. Sediments within Tenggar Cave consist of bone breccia, sand deposits, and mud deposits. Based on the feasibility analysis conducted in this study, Tenggar Cave is classified as having a high level of geoheritage potential.

Kata Kunci : Gua Tenggar, geoheritage, geokonservasi, Formasi Campurdarat, geowisata,

  1. S1-2026-460285-abstract.pdf  
  2. S1-2026-460285-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-460285-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-460285-title.pdf