Laporkan Masalah

Peramalan Produksi Pucuk Teh dengan Model Arima pada PT. Pagilaran

ANGGRAINI, Adhita Dyah, Dr.Ir. Slamet Hartono, M.Sc

2005 | Tesis | Magister Manajemen Agribisnis

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model produksi pucuk daun teh dengan model ARIMA (Box-fenki.$) dan memperkirakan produksi pucuk daun teh pada periode yang akan datang pada PT. Pagilaran Yogyakarta. Metode dasar penelitian ini adalah deskriptif analitik. Data yang digunakan adalah data produksi bulanan pucuk teh kebun inti PT. Pagilaran di Batang, Jawa Tengah dari tiga afdeling yaitu Andongsuli, Kayulandak, dan Pagilaran. Data yang diambil dan tahun 1999 sampai 2003. Jumlah sampel penelitian adalah 10 blok. Proses peramalan dilakukan melalui tiga tahap yaitu identifikasi, estimasi, dan peramalan. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai RMSE (Root Mean Square) sebesar 1,69; 1,15; 1,68; 1,39; 4,34; 1,07; 1,87 berturut-turut untuk blok Karangmega II, Tenggung, Sukowero, Kwarasan 1, Pagilaran H, Pagergunung IA, Plantongan IB, dan Pagilaran II. Artinya bahwa penyimpangan hasil ramalan terhadap produksi aktualnya relatif kecil. Sedangkan untuk blok Karangsari IIB, Depok IB, dan Pecundukan II nilai RMSE-nya sebesar 18,94; 9,83; 16,29 yang artinya penyimpangan hasil peramalan dengan aktual cukup besar.

This research was aimed to know the production model of tip-leaf-tea using ARIMA model (Box-Jenkins) and to estimate the production of tip-leaf-tea in next period at PT. Pagilaran. The basic method of this research was analysis descriptive. The data used in this research was data of monthly-production of tip-leaf-tea at the center garden of PT. Pagilaran at Batang, Central Java from three afdeling namely : Andongsuli, Kayulandak, and Pagilaran. The data has taken since 1999 until 2003. The numbers of sample of this research were 10 blocks. The forecasting process has done using three stage namely identification, estimation, and forecasting. The analysis-result showed that the value of Root Mean Square (RMSE) for block of Karangmega II, Tenggung, Sukowero, Kwarasan 1, Pagilaran 11, Pagergunung IA, Plantongan IB and Pagilaran 11 respectively were 1,69; 1,15; 1,68; 1,39; 4,34; 1,07; 1,87. This value has mean that the deviation of forecasting result against their actual production was small relatively. However, the value of Root Mean Square (RMSE) for block of Karangsari IIB, Depok IB, and Pecundukan II respectively were 18,94; 9,98; 16,29. This value has mean that the deviation of forecasting result against their actual production was large.

Kata Kunci : Manajemen Agroindustri,Perkebunan Teh,Produksi Pucuk Teh, Forecasting, Production, Tea, ARIMA


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.