Ekstraksi, Purifikasi, dan Bioaktivitas Fukosantin dari Sargassum hystrix
Nungky Mufarocha, Prof. Dr. Ir. Amir Husni, S.Pi., M.P.; Ir. Mgs. Muh. Prima Putra, S.Pi., M.Sc., P.hD.;
2026 | Tesis | S2 ILMU PERIKANAN
Fukosantin merupakan karotenoid utama yang terdapat pada
rumput laut coklat dan dikenal memiliki aktivitas biologis yang kuat, terutama
sebagai antioksidan dan agen anti?penuaan. Namun, kajian mengenai pengaruh
kondisi ekstraksi dan pemurnian terhadap sifat fungsional fukosantin dari Sargassum
hystrix masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh
variasi suhu dan lama ekstraksi menggunakan teknik sonikasi terhadap kadar
fukosantin dan aktivitas biologisnya, serta menerapkan satu sistem pelarut
terpilih untuk pemurnian dan evaluasi aktivitas antioksidan dan anti-penuaan
fukosantin. Ekstraksi dilakukan menggunakan sonikasi dengan pelarut etanol 96%
pada suhu 35–45 °C dan waktu ekstraksi 20–30 menit. Ekstrak etanol kemudian
dimurnikan melalui kromatografi kolom; beberapa sistem pelarut awalnya
diseleksi, dan berdasarkan hasil penyaringan tersebut, sistem etil asetat:n-butanol
(8:2, v/v) dipilih sebagai sistem utama untuk memperoleh hasil purifikasi
fukosantin. Identifikasi fukosantin dilakukan dengan kromatografi lapis tipis,
sedangkan kadar fukosantinnya diukur menggunakan kromatografi cair kinerja
tinggi (HPLC) dengan kolom C18. Aktivitas antioksidan ditentukan dengan metode
DPPH, sementara aktivitas anti-penuaan dievaluasi melalui uji penghambatan
tirosinase. Peningkatan suhu dari 35 menjadi 45 °C dan perpanjangan waktu
ekstraksi dari 20 menjadi 30 menit meningkatkan rendemen ekstrak kasar dan
kadar fukosantin, yang diikuti oleh penguatan aktivitas antioksidan serta
penghambatan tirosinase ekstrak kasar, dengan aktivitas tertinggi yang diamati
pada rentang 45 °C dan 30 menit (rendemen 19,90%). Sistem pelarut etil asetat:n?butanol
(8:2, v/v) menghasilkan fraksi fukosantin tertinggi (9,54%), dengan perlakuan
purifikasi F22 dengan n-heksana:aseton (6:4 v/v), memiliki kadar fukosantin
paling tinggi sebesar 1,31 mg/g. Purifikasi fukosantin hasil pemurnian ini
menunjukkan peningkatan aktivitas biologis yang nyata dibandingkan ekstrak
kasar, dengan aktivitas antioksidan kuat IC50 senilai 90,65 ± 9,18 µg/mL dan aktivitas penghambatan
tirosinase yang tinggi (IC50 = 73,65 ± 2,38 µg/mL). Secara keseluruhan, fukosantin yang
diperoleh dari S. hystrix melalui kondisi sonikasi terpilih dan
dimurnikan secara konsisten menggunakan sistem etil asetat:n-butanol berpotensi
besar untuk dikembangkan sebagai senyawa aktif antioksidan dan anti-penuaan
dalam aplikasi nutrasetikal dan kosmetik.
Fucoxanthin is
the major carotenoid found in brown seaweeds and is known to exhibit strong
biological activities, particularly as an antioxidant and anti-aging agent.
However, studies on the effects of extraction and purification conditions on
the functional properties of fucoxanthin from Sargassum hystrix remain
limited. This study aimed to investigate the effects of variations in
extraction temperature and duration using a sonication technique on fucoxanthin
content and its biological activities, as well as to apply a selected solvent
system for purification and evaluation of the antioxidant and anti-aging
activities of fucoxanthin. Extraction was performed using sonication with 96%
ethanol as the solvent at temperatures of 35–45 °C and extraction times of
20–30 min. The ethanol extract was subsequently purified by column
chromatography. Several solvent systems were initially screened, and based on
the screening results, an ethyl acetate:n-butanol (8:2, v/v) system was
selected as the primary solvent system for fucoxanthin purification.
Fucoxanthin was identified by thin-layer chromatography, while its content was
quantified using high-performance liquid chromatography (HPLC) with a C18
column. Antioxidant activity was determined using the DPPH method, whereas
anti-aging activity was evaluated through a tyrosinase inhibition assay. An
increase in temperature from 35 to 45 °C and an extension of extraction time
from 20 to 30 min enhanced the crude extract yield and fucoxanthin content,
accompanied by increased antioxidant activity and tyrosinase inhibition of the
crude extract, with the highest activity observed at 45 °C for 30 min (yield
19.90%). The ethyl acetate:n-butanol (8:2, v/v) solvent system produced the
highest fucoxanthin fraction (9.54%), while the purified fraction F22 obtained
using n-hexane:acetone (6:4, v/v) exhibited the highest fucoxanthin content of
1.31 mg/g. The purified fucoxanthin showed a significant enhancement in
biological activity compared to the crude extract, displaying strong antioxidant
activity with an IC50 value of 90.65
± 9.18 µg/mL and high tyrosinase inhibitory activity (IC50 = 73.65 ± 2.38 µg/mL). Overall, fucoxanthin obtained
from S. hystrix under selected sonication conditions and consistently
purified using the ethyl acetate:n-butanol system demonstrates considerable
potential for development as an antioxidant and anti-aging active compound in
nutraceutical and cosmetic applications.
Kata Kunci : fukosantin,Sargassum hystrix, sonikasi, antioksidan, antiaging, tirosinase/ fucoxanthin,Sargassum hystrix, sonication, antioxidant, anti-aging, tyrosinase