Analisis Hubungan Kematangan Budaya K3 Terhadap Kinerja Keselamatan Dari Implementasi ISM Dan ISPS Code Pada Operasional Kapal Di PT Pupuk Indonesia Logistik
Amelia Bianika, Bayu Satria Wiratama, S.Ked, MPH, Ph.D.
2026 | Tesis | MAGISTER TERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada operasional kapal merupakan aspek krusial mengingat tingginya risiko kecelakaan dan kompleksitas aktivitas pelayaran. International Safety Management (ISM) Code dan International Ship and Port Facility Security (ISPS) Code telah diterapkan sebagai standar internasional, namun efektivitas implementasinya sangat dipengaruhi oleh faktor non-teknis, khususnya kematangan budaya K3. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kematangan budaya K3 dengan kinerja keselamatan operasional kapal melalui implementasi ISM dan ISPS Code di PT Pupuk Indonesia Logistik. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional terhadap awak kapal yang terlibat langsung dalam operasional selama periode Agustus–Oktober 2025. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis Safety Culture Maturity Model dan penilaian kinerja keselamatan berdasarkan indikator ISM dan ISPS Code. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji korelasi Pearson, dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kematangan budaya K3 berada pada kategori proactive dan memiliki hubungan positif serta signifikan dengan kinerja keselamatan operasional kapal. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin matang budaya K3, semakin efektif implementasi ISM dan ISPS Code dalam meningkatkan kinerja keselamatan. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan budaya K3 sebagai strategi utama dalam meningkatkan keselamatan operasional kapal secara berkelanjutan.
Occupational Safety and Health (K3) in ship operations is a crucial aspect considering the high risk of accidents and the complexity of shipping activities. The International Safety Management (ISM) Code and the International Ship and Port Facility Security (ISPS) Code have been implemented as international standards, but the effectiveness of their implementation is greatly influenced by non-technical factors, especially the maturity of the K3 culture. This study aims to analyze the relationship between the maturity of K3 culture and the performance of ship operational safety through the implementation of ISM and ISPS Code at PT Pupuk Indonesia Logistik. The study uses a quantitative approach with a correlational design of the crew directly involved in operations during the August–October 2025 period. Data was collected through a questionnaire based on the Safety Culture Maturity Model and safety performance assessment based on ISM and ISPS Code indicators. Data analysis was performed using descriptive statistics, Pearson correlation tests, and simple linear regression. The results of the study show that the maturity of K3 culture is in the proactive category and has a positive and significant relationship with the operational safety performance of ships. These findings indicate that the more mature the K3 culture, the more effective the implementation of the ISM and ISPS Code will be in improving safety performance. This research emphasizes the importance of strengthening the K3 culture as the main strategy in improving the safety of ship operations in a sustainable manner.
Kata Kunci : Budaya K3, Safety Culture Maturity, Kinerja Keselamatan, ISM Code, ISPS Code, Operasional Kapal