PENGARUH MANAJEMEN LABA TERHADAP KINERJA ENVIRONMENTAL, SOCIAL, AND GOVERNANCE (ESG) DENGAN UKURAN PERUSAHAAN SEBAGAI VARIABEL MODERASI: Bukti Empiris dari Perusahaan Manufaktur ASEAN 2020–2024
Jerry Lim, Indra Wijaya Kusuma, Prof., Dr., MBA.
2026 | Skripsi | AKUNTANSI
Penelitian ini meneliti pengaruh manajemen laba terhadap kinerja ESG perusahaan manufaktur di ASEAN selama periode 2020–2024, dengan sampel 88 perusahaan yang menghasilkan 440 observasi panel, menggunakan fixed effect model (FEM). Skor ESG diambil dari LSEG Refinitiv Eikon, yang menyediakan ukuran komprehensif dan dapat dibandingkan untuk kinerja lingkungan, sosial, dan tata kelola. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen laba secara signifikan menurunkan kinerja pada pilar tata kelola, sedangkan pilar lingkungan dan sosial tidak terpengaruh secara signifikan. Analisis juga menunjukkan bahwa ukuran perusahaan mampu memperlemah dampak negatif manajemen laba terhadap kinerja ESG secara keseluruhan, yang menunjukkan bahwa perusahaan besar memiliki kapasitas lebih tinggi untuk mempertahankan kualitas tata kelola dan praktik keberlanjutan meskipun terdapat insentif oportunistik dalam pelaporan keuangan. Temuan ini memberikan bukti empiris penting mengenai hubungan manajemen laba dan ESG di kawasan ASEAN, khususnya pada sektor manufaktur yang memiliki risiko tata kelola tinggi. Implikasi penelitian mencakup perlunya penguatan tata kelola dan integritas pelaporan oleh perusahaan, peningkatan standar dan pengawasan ESG oleh regulator, serta perhatian investor terhadap kualitas keberlanjutan yang sesungguhnya.
This study examines the effect of earnings management on ESG performance of manufacturing companies in ASEAN during the period 2020–2024, using a sample of 88 companies resulting in 440 panel observations and analyzed with fixed effect model (FEM). ESG scores are sourced from LSEG Refinitiv Eikon, providing a comprehensive and comparable measure of environmental, social, and governance performance. The results indicate that earnings management significantly reduces performance in the governance pillar, while the environmental and social pillars are not significantly affected. The analysis also shows that firm size can weaken the negative impact of earnings management on overall ESG performance, suggesting that larger companies have greater capacity to maintain governance quality and sustainability practices despite opportunistic incentives in financial reporting. These findings provide important empirical evidence on the relationship between earnings management and ESG in the ASEAN region, particularly in the manufacturing sector, which carries high governance risks. The study implies the need for companies to strengthen governance and reporting integrity, for regulators to enhance ESG standards and supervision, and for investors to pay attention to the actual quality of sustainability performance.
Kata Kunci : earnings management, ESG, FEM, LSEG, Refinitiv Eikon, governance, ASEAN, firm size, sustainability performance