Laporkan Masalah

STRUKTUR HISTOLOGIS DAN JENIS SERANGGA PADA JARINGAN BISEP FEMORALIS BABI Sus scrofa (Linnaeus, 1758) YANG TELAH TERDEKOMPOSISI SELAMA 2 HARI

Cut Annisa Astarini Iskandar, Dr. Ardaning Nuriliani, S.Si., M.Kes. ; Sukirno, S.Si., M.Sc., Ph.D.

2026 | Skripsi | BIOLOGI

Peningkatan kasus pembunuhan di Indonesia tidak diikuti oleh

peningkatan tingkat penyelesaiannya secara signifikan, salah satunya akibat

keterbatasan penerapan metode biologi forensik serta cepatnya proses

dekomposisi jasad di lingkungan tropis. Suhu, kelembaban, dan

keanekaragaman hayati yang tinggi mempercepat degradasi jaringan pasca

kematian sehingga menyulitkan proses identifikasi forensik. Penelitian ini

bertujuan untuk mengkaji kolonisasi serangga serta perubahan struktur

histologis pada jaringan otot yang mengalami dekomposisi menggunakan model

hewan. Penelitian ini bersifat empiris kualitatif dengan pendekatan entomologi

forensik dan histologi. Sampel berupa jaringan otot bisep femoralis Sus scrofa

Linnaeus, 1758 diekspos pada kondisi lingkungan alami selama 24 jam untuk

memungkinkan terjadinya dekomposisi dan kolonisasi serangga. Serangga yang

ditemukan dikoleksi dan diidentifikasi menggunakan kunci determinasi

morfologis. Analisis histologis dilakukan pada jaringan segar dan jaringan

terdekomposisi menggunakan metode parafin dengan pewarnaan

hematoksilin–eosin. Hasil penelitian menunjukkan kolonisasi awal oleh

serangga ordo Diptera, terutama Hemipyrellia ligurriens (Calliphoridae), dengan

oviposisi dan aktivitas larva yang terjadi dalam 24 jam pertama. Pengamatan

histologis pada jaringan terdekomposisi menunjukkan degradasi struktur yang

nyata, meliputi hilangnya organisasi serabut otot, lisis sel, dan peningkatan

debris seluler dibandingkan jaringan segar. Penelitian ini menunjukkan bahwa

aktivitas serangga berkontribusi terhadap pola kerusakan jaringan otot yang

khas dan dapat diamati secara makroskopis maupun mikroskopis. Integrasi

pendekatan entomologi dan histologi berpotensi memberikan informasi

tambahan yang berguna dalam analisis forensik pasca kematian pada kondisi

lingkungan tropis.

The increasing incidence of homicide cases in Indonesia is not accompanied by a significant improvement in case resolution, partly due to the limited application of forensic biological methods and the rapid decomposition of corpses in tropical environments. High temperature, humidity, and biodiversity accelerate post-mortem tissue degradation, thereby complicating forensic identification. This study aims to examine insect colonization and changes in histological structure in decomposing muscle tissue using an animal model. This study employed a qualitative empirical approach integrating forensic entomology and histology. Samples consisting of biceps femoris muscle tissue of Sus scrofa Linnaeus, 1758 were exposed to natural environmental conditions for 24 hours to allow decomposition and insect colonization. Collected insects were identified using morphological identification keys. Histological analysis was conducted on fresh and decomposed tissues using the paraffin method with hematoxylin–eosin staining. The results demonstrated early colonization by insects of the order Diptera, particularly Hemipyrellia ligurriens (Calliphoridae), with oviposition and larval activity occurring within the first 24 hours. Histological observations of decomposed tissue revealed marked structural degradation, including loss of muscle fiber organization, cellular lysis, and increased cellular debris compared to fresh tissue. This study indicates that insect activity contributes to distinctive patterns of muscle tissue damage observable at both macroscopic and microscopic levels. The integration of entomological and histological approaches has the potential to provide complementary information useful for post-mortem forensic analysis under tropical environmental conditions.

Kata Kunci : Kata kunci: entomologi forensik, struktur histologis, dekomposisi jaringan, otot bisep femoralis, Sus scrofa/Key words : forensic entomology, histological structure, tissue decomposition, bicep femoralis muscle, Sus scrofa

  1. S1-2026-426448-abstract.pdf  
  2. S1-2026-426448-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-426448-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-426448-title.pdf