Laporkan Masalah

Analisis Keterpaduan Pasar Gula Pasir Domestik dan Internasional

HARIBOWO P., R.Y. Kun, Prof.Dr.Ir. Sri Widodo, M.Sc

2005 | Tesis | Magister Manajemen Agribisnis

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (a) pengaruh harga gula dunia terhadap harga gula dalam negeri (pasar domestik), marjin pemasaran gula yang terjadi di antara pelaku pasar, dan (c) tingkat integrasi pasar dan elastisitas transmisi harga gula dunia terhadap pasar domestik. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari tahun 1985 – 2003. Metode analisis yang digunakan analisis korelasi, regresi sederhana, index of market connection (IMC) dan elastisitas transmisi baik antar pasar dalam negeri maupun pasar internasional. Marjin pemasaran baik pasar di Sumatera, Jawa maupun di daerah lainnya menunjukkan fenomena yang sama yaitu semakin menyempitnya marjin pemasaran pada tingkat pedagang besar. Hal ini menunjukkan menurunnya biaya eksploitas i, pajak dan biaya lain. Sedangkan pada tingkat eceran justru terjadi kecenderungan marjin pemasaran yang lebih lebar. Hal ini antar lain disebabkan oleh biaya eksploitasi yang semakin meningkat. Sebelum tahun 1998, impor gula hanya dilakukan oleh BULOG, sehingga fluktuasi harga di pasar luar negeri tidak secara bebas ditransmisikan ke pasar gula domestik. Namun, analisis keterpaduan pasar menunjukkan ketidakterpaduan pasar gula grosir dan pasar gula eceran pada jangka pendek. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah yang tidak lagi mengendalikan pasar gula pasir tidak dapat mencegah terjadinya keterpisahan pasar-pasar konsumen tersebut. Selanjutnya, harga di pasar internasional dapat ditransmisikan kedalam pasar domestik. Hal ini, menyebabkan fluktuasi harga gula internasional berpengaruh langsung terhadap harga gula domestik. Keterpaduan jangka panjang menyimpulkan bahwa dua wilayah Sumatera dan Jawa memiliki angka keterpaduan yang tidak berbeda dengan satu, dengan demikian kedua daerah tersebut menun jukkan keterpaduan jangka panjang antara pasar grosir dan pasar eceran. Terlihat adanya keterpaduan pasar walaupun pasar grosir dan pasar eceran tidak berhubungan dalam jangka pendek. Keterpaduan dalam jangka pendek baik antar pasar grosir maupun antar pasar eceran tidak menunjukkan adanya keterpaduan secara kuat. Keterpaduan dalam jangka panjang hanya terjadi antara pasar eceran di Jawa dengan pasar eceran di Sumatera. Semetara itu, keterpaduan jangka panjang terlihat terjadi di semua pasar grosir gula dengan pasar grosir gula di Jawa.

The objective of this research are to know: (a) the effect of international sugar price for domestic sugar price (domestic market); (b) marketing margin in stakeholders ; and (c) integrated market and price transmission elasticity for international and domestic price. The data that used in this research was 1985 – 2003. Analysis method used corellation analysis, simple regression, Index of Market Connection (IMC) and transmission elasticity. Marketing margin, either market in Sumatera, Java or other market has same phenomenon that was more decrease marketing margin at whole saler. It showed that cost of exploitation, tax, and other cost were down. The trend of marketing margin in retailer was more increase. It was caused by the cost of exploitation was increase. Before 1998, import of sugar just was done by BULOG, so the price fluctuation in international market could not be transmited perfectly to domestic market. The analysis of market integration indicated that was not integrate in whole saler and retailer for short term. It showed that there was not controlled by goverment for sugar market. The price in International market (Carribian and United States market) could be transmited to domestic market. It caused the International sugar price fluctuation influenced the domestic sugar price directly. The long term integration indicated that Sumatera and Java had integrated market for whole saler and retailer.But It was not at short term. The short term integration, either whole seller or retailer did not show integration tightly. The long term integration just occured at retailer between market in Java and Sumatera. The long term integration for whole seller occured in all market. It is result of Dolog effort to answer the demand for sugar and to keep the price stability. The change of price in producer area (Java) was more often occured though the mount of price was lower than in defisit area. So it was dificult to occur the integration market at short term.

Kata Kunci : Agribisnis,Harga Gula,Domestik dan Internasional, integration, long term, s hort term


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.