Variasi spasial tingkat perkembangan ekonomi wilayah propinsi Kalimantan Timur
Fakhrie Wahyudin, Drs. R. Rijanta, M.Sc.; Lutfi Muta'ali, S.Si., M.T.
2003 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHPerbedaan perkembangan ekonomi antar kabupaten/kota yang terdapat di Propinsi Kalimantan Timur mengharuskan adanya upaya pengembangan wilayah yang berbeda pula. Oleh karena itu diperlukan keterpaduan perencanaan antar wilayah dengan memperhatikan kepentingan dan permasalahan wilayah yang lebih luas, schingga tercipta keseimbangan wilayah (regional balance) dan dapat memperkecil ketimpangan wilayah (regional mequality). Bertolak dari uraian di atas, dilakukan penelitian di Propinsi Kalimantan Timur dengan judul "Variasi Spasial Tingkat Perkembangan Ekonomi Wilayah Propinsi Kalimantan Timur" Tujuan dari penelitian ini adalah untuk pertama, mengetahui dan membandingkan tingkat perkembangan ekonomi wilayah antar kabupaten kota, kedua, mengetahui faktor-faktor pengaruh tingkat perkembangan ekonomi wilayah, dan kenga, mengetahui dan menentukan basis pengembangan wilayah kabupaten/kota. Metode penelitian berupa analisis data sekunder yang bersumber dari Biro Pusat Statistik (BPS) dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Propinsi Kalimantan Timur, dengan menggunakan teknik Klassen Typology, Indeks Konsentrasi dan Dekonsentrasi, Indeks Williamson, Korelasi Linier, Regresi Berganda, Location Quotient, dan Shift Share. Dari analisis Klassen Typology diperoleh hasil tahun 1997 sebagian besar wilayah di Propinsi Kalimantan Timur adalah daerah berkembang (dengan migas) dan daerah relatif tertinggal (tanpa migas), sedangkan pada tahun 2001 adalah daerah berkembang (migas dan non migas). Dari analisis Indeks Konsentrasi diperoleh hasil di tahun 1997 sebesar 44,85 (dengan migas) dan 43,67 (tanpa migas), serta tahun 2001 sebesar 67,83 (dengan migas) dan 54,58 (tanpa migas), sehingga menghasilkan Indeks Dekonsentrasi sebesar -22,98 (dengan migas) dan -10.91 (tanpa migas). Hasil analisis Indeks Williamson menunjukkan peningkatan ketimpar gan dari 0,58 menjadi 0,91 (dengan migas) dan 0,26 menjadi 0,31 (tanpa migas) Analisis Korelasi Lamter menghasilkan koefisien kontribusi sektor pertanian sebesar 0,647 dan koefisien kontribusi sektor industri sebesar 0,615, dengan signifikans? 0.05. Dari analisis Regresi Berganda diperoleh koefisien kontribusi sektor industri sebesar 92452,041 dengan signifikansi <0,05 Analisis Location Onotient dan Shift Share menghasilkan basis pengembangan wilayah yang bervariasi secara keruangan. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa variasi tingkat perkembangan ekonomi wilayah di Propinsi Kalimantan Timur memiliki pola yang terkonsentrasi sehingga memperbesar ketimpangan wilayah Faktor yang paling mempengaruhi tingkat perkembangan ekonomi wilayah sehingga membentuk variasi dan pola tersebut yaitu kontribusi sektor industri, sedangkan faktor lain yang juga berpengaruh adalah kontribusi sektor pertanian dengan arah negatif Oleh karena itu dapat dirumuskan arahan pengembangan wilayah berdasarkan basis pengembangan dan kondisi sumberdaya yang ada yang turut menipengaruhi perkembangan ekonomi, sebagai solusi terhadap permasalahan tersebut.
-
Kata Kunci : Variasi spasial,Perkembangan ekonomi wilayah,Kalimantan Timur