FASILITASI DAN DAMPAK FASILITASI TERHADAP PENINGKATAN PERSEPSI TATA KELOLA HUTAN KEMASYARAKATAN KTH SUKOBUBUK REJO KABUPATEN PATI
Amelia Nur Puspita, Prof. Dr. Ir. San Afri Awang, M. Sc.; Dr. Ir. Tri Atmojo, S. Hut., M.T., IPU.
2026 | Tesis | S2 Ilmu Kehutanan
KTH
Sukobubuk Rejo, Kabupaten Pati, telah meraih kategori Platinum perhutanan
sosial namun masih menghadapi tantangan seperti sistem pertanian sederhana,
kapasitas swadaya rendah, indeks keanekaragaman hayati minim, dan berbagai
tantangan lainnya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi latar belakang,
dasar pertimbangan, dan bentuk fasilitasi DLHK Provinsi Jawa Tengah terhadap
KTH Sukobubuk Rejo, serta mengukur peningkatan persepsi anggota KTH terhadap
fasilitasi dan dampaknya terhadap pelaksanaan perhutanan sosial. Metode penelitian menggunakan pendekatan survei terhadap
penyuluh kehutanan dan 94 anggota KTH. Analisis data kualitatif dilakukan dengan reduksi dan
triangulasi, sedangkan data kuantitatif dianalisis regresi linear berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa DLHK memfasilitasi dalam tiga pilar yang
terdiri dari: tata kelola kawasan melalui penataan areal dan RKPS/RKT, tata
kelola kelembagaan melalui pelatihan dan AD/ART, serta tata kelola usaha
melalui akses pasar dan pembiayaan. Peningkatan persepsi anggota paling
berhasil pada dampak sosial (?=1,045) melalui solidaritas dan penguatan
kelembagaan, dampak ekonomi (?=0,508) melalui diversifikasi agroforestri dan
ekspor komoditas, serta transfer pengetahuan melalui penyuluhan dua arah.
Dampak ekologi menunjukkan kecenderungan yang kurang (?=-0,437) akibat kendala
teknis, sementara transfer materi dan kebijakan tidak signifikan karena
distribusi bantuan belum merata dan literasi kebijakan rendah.
KTH Sukobubuk Rejo, Pati Regency, has achieved the
Platinum category in social forestry but still faces challenges such as a
simple agricultural system, low self-reliance capacity, low biodiversity index,
and various other challenges. This study aims to identify the background, basis
for consideration, and form of facilitation provided by the Central Java
Provincial DLHK to KTH Sukobubuk Rejo, as well as to measure the increase in
KTH members' perception of the facilitation and its impact on the implementation
of social forestry. The research method used a survey approach targeting
forestry extension workers and 94 KTH members. Qualitative data analysis was
conducted through reduction and triangulation, while quantitative data was
analyzed using multiple linear regression. The results showed that the DLHK
provided facilitation in three pillars, consisting of: area management through
area planning and RKPS/RKT, institutional management through training and
AD/ART, and business management through market access and financing. The most
successful improvement in members' perceptions was in social impact (?=1.045)
through solidarity and institutional strengthening, economic impact (?=0.508)
through agroforestry diversification and commodity exports, and knowledge
transfer through two-way extension. The ecological impact showed a negative
trend (?=-0.437) due to technical constraints, while material and policy
transfers were insignificant because aid distribution was uneven and policy
literacy was low.
Kata Kunci : Perhutanan Sosial, Hutan Kemasyarakatan, Fasilitasi, Persepsi Anggota, KTH Sukobubuk Rejo