Laporkan Masalah

Produktivitas pekerja industri kerajinan perak di kalurahan Prenggan Kecamatan Kotagede Kotamadya Yogyakarta

Wahyuni Nurhidayati, Prof. Drs. Kasto, M.A.; Drs. Sukamdi, M.Sc.

1997 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Tulisan ini mengambil judul "Produktivitas Pekerja Industri Kerajinan Perak". Tujuannya adalah untuk mengetahui produktivitas pekerja industri bersangkutan, melalui upah dan jam kerja. Disamping itu juga untuk mengetahui karakteristik pekerja menurut keadaan demografi dan sosial ekonomi, serta profil industri. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Prenggan kecamatan Kotagede Yogyakarta. Dengan metode survai, sampel yang diambil sebanyak 144 responden dari 230 pekerja Kerajinan Perak. Industri kerajinan Perak merupakan industri yang telah lama ada dan bersifat turun temurun. Umur pekerja antara 16 hingga 67 tahun dengan rata-rata 38,6 tahun, dan rata-rata lama kerja pada IK Perak selama 16,5 tahun. Jenis komoditas yang biasa dikerjakan meliputi jenis ukiran, trap-trapan dan setelan. Pekerja dimanfaatkan penuh dengan jam kerja antara 7-8 jam perhari dan bekerja 6 hari perminggu. Sistim upah yang biasa berlaku adalah sistim upah borongan, dilakukan oleh pekerja yang bekerja yang bekerja di rumah sendiri (putting out system sebanyak 85,7 persen. Sistim upah mingguan pada pekerja yang bekerja di rumah majikan lebih dominan (68,8 persen). Secara keseluruhan rat-rata produktivitas pekerja sebesar Rp 660,00 per jam kerja. Hasil analisa menunjukkan, terdapat hubungan parabo-lis antara faktor umur dengan produktivitas kerja. Pekerja kawin mempunyai produktivitas lebih tinggi dari pada pekerja lajang. Terdapat keterikatan positif antara tingkat ketrampilan pekerja dengan produktivitas pekerja. Produktivitas pekerja naik seiring dengan bertambahnya lama kerja. Pada penelitian ini kenaikan produktivitas pekerja hingga lama kerja mencapai 29 tahun, sesudah itu menurun oleh adanya kontrol faktor umur. Hasil uji statistik menguatkan adanya korelasi antara lama kerja dengan produktivitas pekerja. Sistim pemberian upah borongan, pekerja mempunyai produktivitas yang sedikit lebih tinggi dibanding sistim upah lainnya. Sedangkan analisa pada produktivitas pekerja dengan tempat kerja menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Upaya peningkatan produktivitas pekerja, tidak hanya melulu oleh pekerja itu sendiri. Peran pengusaha dan instansi terkait sebagai pemegang kebijakan, penting dalam merealisasikan tujuan tersebut.

Kata Kunci : Produktivitas pekerja industri,Industri kerjinan perak,Kotagede,Kota Yogyakarta,DIY

  1. S1-1997-61197-Abstract.pdf  
  2. S1-1997-61197-Bibliography.pdf  
  3. S1-1997-61197-TableofContent.pdf  
  4. S1-1997-61197-Title.pdf