Laporkan Masalah

Kondisi demografi, sosial ekonomi dan peluang kerja wanita kepala rumah tangga di DIY Analisis data Susenas Kor 1993

Nila Puspitasari, Prof. Drs. Kasto, M.A.

1995 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Gejala meningkatnya jumlah wanita kepala rumahtangga secara absolut di Indonesia, meskipun secara relatif menunjukkan penurunan, merupakan suatu gejala yang mena-rik. Beberapa penelitian terdahulu menemukan berbagai ciri khas wanita kepala rumahtangga, baik di negara barat maupun sedang berkembang. Selanjutnya, penelitian dengan menggunakan data sekunder SUSENAS KOR 1993 ini akan mem-buktikan berbagai ciri khas tersebut, dengan judul "Kon-disi Demografi, Sosial Ekonomi dan Peluang Kerja Wanita Kepala Rumahtangga Di Daerah Istimewa Yogyakarta: sis Data SUSENAS KOR 1993". Anali- Penelitian ini bertujuan; a) mengetahui kondisi demografi dan sosial ekonomi wanita kepala rumahtangga di Daerah Istimewa Yogyakarta terutama umur, status perkawi-nan, paritas, jumlah anggota rumah tangga, pendidikan, sumber penghasilan utama dan pengeluaran rumahtangga sebulan; b) mengetahui peluang kerja wanita kepala rumah-tangga di Daerah Istimewa Yogyakarta berdasarkan kegiatan utama, lapangan pekerjaan, jenis pekerjaan, status peker-jaan dan jumlah jam kerja. Sebagai unit analisis, wanita kepala rumahtangga dalam SUSENAS Kor 1993 DIY ini berjum-lah 340 jiwa di perkotaan, 307 jiwa di pedesaan. Untuk mengetahui peluang kerja diperlukan responden wanita kepala rumahtangga yang bekerja, yaitu 123 jiwa di perko-taan dan 197 jiwa di pedesaan. Secara keseluruhan jumlah wanita kepala rumahtangga tersebut adalah 18,7 persen dari seluruh jumlah kepala rumahtangga sampel SUSENAS KOR 1993 DIY. Temuan utama hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, umur rata-rata wanita kepala rumahtangga di kota adalah 44,9 tahun dengan kelompok umur kurang dari 25 tahun sebesar 33,2 persen dan di desa adalah 59,5 tahun dengan kelompok umur 55+ tahun sebesar 67,1 persen. Kedua, di kota wanita kepala rumahtangga berstatus belum kawin sebesar 38,2 persen dan janda (cerai hidup/mati) sebesar 53,2 persen, sedangkan di desa berstatus janda sebesar 88,9 persen. Ketiga, pendidikan wanita kepala rumahtangga di kota sebagian besar SD ke bawah sebesar 52,4 persen dan SHTA+ sebesar 36,2 persen, sementara di desa mayoritas berpendidikan SD ke bawah 94,4 persen. Keempat, kemiskinan lebih banyak dijumpai pada wanita kepala rumahtangga berpendidikan rendah dan mempunyai jumlah anggota rumah-tangga besar, hanya di kota kemiskinan dijumpai pada wanita kepala rumahtangga berusia tua. Kelima, partisipasi bekerja wanita kepala rumahtangga di desa 64,7 persen, sedangkan di kota hanya 36,2 persen dan sekolah 30,3 persen. Jumlah anggota rumahtangga yang dikepalai wanita yang tidak bekerja di desa lebih sedikit daripada di kota. Keenam, lapangan pekerjaan wanita kepala rumahtangga di kota mayoritas di sektor jasa, dan di desa pada sektor pertanian. Wanita kepala rumahtangga berpendidikan

-

Kata Kunci : Demografi, Peluang kerja wanita,kepala rumahtangga,Daerah Istimewa Yogyakarta,DIY

  1. S1-1995-03176-Abstract.pdf  
  2. S1-1995-03176-Bibliography.pdf  
  3. S1-1995-03176-TableofContent.pdf  
  4. S1-1995-03176-Title.pdf