PENGUKURAN KECEPATAN KANTUNG UDARA, PANJANG KANTUNG UDARA DAN POLA ALIRAN DUA FASA (AIR+CMC) – UDARA DENGAN VARIASI VISKOSITAS CAMPURAN 0,3% DAN 0,4% PADA PIPA VERTIKAL SEARAH KE ATAS
Frandy Hutomo Ardy, Prof. Dr. Ir. Indarto, DEA
2012 | Skripsi | S1 TEKNIK MESINAliran dua fase dapat dibedakan atas beberapa bagian yaitu atas wujud fasenya, arah aliran dan kedudukan atau posisi saluran. Bila dilihat dari wujud fasenya dapat terdiri dari fase gas-cair, gas-padat, cair-padat. Berdasarkan dari arah aliran terdiri dari aliran searah dan berlawanan arah. Sedangkan bila ditinjau dari kedudukan atau posisi saluran, ada aliran mendatar (horizontal), aliran tegak (vertical) dan miring. Penelitian ini memakai pipa transparan vertikal ke atas dengan diameter dalam 19 mm dan panjang 8 meter. Selain itu memakai campuran (Air +CMC) sebesar 0,3 % dan 0,4 % dan udara sebagai fluida. Penelitian ini menggunakan variasi kecepatan superfisial gas sebesar 0,26 m/s – 1,89 m/s dan kecepatan superfisial cairan sebesar 0,04 m/s – 0,26 m/s. Sedangkan pengambilan data dengan ketinggian 2 meter dan 6 meter. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa dengan memvariasikan kecepatan superfisial dari fluida, dan ketinggian dapat mempengaruhi kecepatan, panjang kantung udara dan pola aliran. Pola aliran yang didapatkan adalah pola aliran slug, transisi dan juga pola aliran churn. Selain itu juga dilakukan perhitungan pressure drop secara teoritis. Pola kantung udara yang semakin besar dan panjang akan mengakibatkan pressure drop yang menurun.
Kata Kunci : aliran udara-campuran air+CMC, vertikal searah ke atas, pola aliran.