Laporkan Masalah

Strategi Partai Aceh Dalam Menciptakan Calon Tunggal Pada Pilkada Kabupaten Aceh Utara Tahun 2024

MUSLEM, Dr. Ridwan Ahmad Sukri, S.S.,M.Hum ; Pande Made Kutanegara, M.Si.,Ph.D

2026 | Tesis | S2 Mag.Studi Kebijakan

Penelitian ini mengkaji strategi yang diterapkan oleh Partai Aceh dalam menciptakan calon tunggal pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Aceh Utara Tahun 2024. Munculnya calon tunggal merupakan fenomena politik yang menantang prinsip-prinsip dasar demokrasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami peran kepemimpinan M. Jhony (Ketua Partai Aceh) serta dinamika jaringan aktor yang terlibat dalam mendukung calon tunggal ini. 


Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, yang berfokus pada wawancara, observasi partisipatif, dan dokumentasi sebagai sumber data utama. Analisis penelitian ini didasarkan pada teori kepemimpinan transformasional dan transaksional, serta Teori Jaringan Aktor (ANT), untuk memetakan jaringan dan strategi yang digunakan dalam membentuk koalisi calon. 


Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Partai Aceh dalam menciptakan calon tunggal merupakan langkah politik yang terhitung, menggabungkan legitimasi moral dengan manuver politik pragmatis. Gaya kepemimpinan M. Jhony, yang ditandai dengan komunikasi persuasif dan negosiasi strategis, berperan penting dalam membentuk koalisi dengan partai-partai nasional dan lokal. Meskipun ada perlawanan awal, keputusan akhir untuk mendukung calon tunggal ditegaskan melalui proses negosiasi yang kompleks, yang memanfaatkan insentif politik dan finansial. Hasil ini menunjukkan betapa dinamisnya jaringan politik dan dominasi Partai Aceh dalam lanskap politik lokal, meskipun juga menunjukkan berkurangnya pengaruh aktor lain seperti ulama dalam pemerintahan lokal.


Penelitian ini menyimpulkan bahwa fenomena calon tunggal bukan hanya hasil dari kekuatan politik tetapi juga dari kepemimpinan strategis dan manajemen jaringan. Kasus ini memberikan wawasan penting tentang persimpangan antara kepemimpinan politik, dinamika jaringan, dan strategi elektoral dalam konteks Aceh pasca-konflik, di mana partai-partai politik lokal terus mendominasi meskipun ada penurunan loyalitas partai dan meningkatnya pengaruh aktor politik eksternal.

This study investigates the strategy employed by Partai Aceh in creating a single candidate for the 2024 Aceh Utara regional election. The emergence of a single candidate represents a political phenomenon that challenges the fundamental principles of democracy. The aim of this research is to understand the leadership role of M. Jhony (the chairman of Partai Aceh) and the network dynamics of actors involved in supporting this single candidate. The research uses a qualitative approach with case study methodology, focusing on interviews, participatory observation, and documentation as primary data sources. The analysis is grounded in transformational and transactional leadership theories, alongside Actor-Network Theory (ANT), to map the network and strategies used to form the candidate coalition. The results reveal that Partai Aceh's strategy in creating a single candidate was a calculated political move, combining moral legitimacy with pragmatic political maneuvering. Jhony’s leadership style, characterized by persuasive communication and strategic negotiations, played a crucial role in forming coalitions with national and local parties. Despite initial resistance, the final decision to support the single candidate was solidified through a complex process of negotiations, leveraging both political and financial incentives. This outcome highlights the fluid nature of political networks and the dominance of Partai Aceh in the local political landscape, though it also underscores the diminishing influence of other actors such as the ulama in local governance. The study concludes that the single candidate phenomenon is not merely a product of political forces but also of strategic leadership and network management. This case provides important insights into the intersection of political leadership, network dynamics, and electoral strategies in the context of post-conflict Aceh, where local political parties continue to dominate despite a decrease in party loyalty and the rising influence of external political actors.

Kata Kunci : Partai Aceh, single candidate, leadership strategy, Actor-Network Theory, regional election

  1. S2-2026-528927-abstract.pdf  
  2. S2-2026-528927-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-528927-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-528927-title.pdf