Laporkan Masalah

Analisis Kontrastif Kalimat Pasif Bahasa Sasak dan Bahasa Inggris

Sera Seftiana Putri Irmansyah, Prof. Dr. Suhandano, M.A.

2026 | Tesis | S2 Linguistik

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan struktur kalimat pasif dalam bahasa Sasak dan bahasa Inggris, serta mengidentifikasi persamaan dan perbedaannya. Peneliti menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode kontrastif. Data penelitian berupa kalimat pasif dalam bahasa Sasak dan bahasa Inggris. Data dari keduanya diperoleh dari literatur yang membahas masing-masing bahasa serta dari tuturan penutur asli bahasa Sasak, sedangkan bahasa Inggris diperoleh dari literatur yang ditulis oleh penutur asli maupun sumber referensi terpercaya. Data dianalisis berdasarkan kerangka teori sintaksis dan tipologi linguistik. Fokus penelitian meliputi kalimat dasar, struktur kalimat pasif, klasifikasi kalimat pasif (pasif kanonik, pasif non kanonik/aksidensial, pasif dengan agen, pasif tanpa agen), pasif aplikatif (benefaktif, lokatif, instrumental), serta kalimat pasif dalam konstruksi sintaksis kompleks (klausa relatif, kalimat tanya, dan kalimat terbelah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kalimat pasif dalam bahasa Sasak dan bahasa Inggris memiliki persamaan secara fungsional, yaitu memfokuskan pasien atau sasaran tindakan, memungkinkan agen dinyatakan atau dihilangkan, serta digunakan untuk mengelola informasi dalam wacana. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun fungsi pasif dalam kedua bahasa memeiliki persamaan, strategi pembentukan kalimatnya berbeda sesuai dengan sistem kebahasaan masingmasing. Perbedaan terlihat pada penandaan morfologis dan realisasi sintaksis. Bahasa Sasak menggunakan prefiks te- sebagai peananda pasif serta pe-,-ang/-an sebagai penanda aplikatif, sedangkan bahasa Inggris menggunakan konstruksi perifrastik be + past participle atau get + past participle. Selain itu, bahasa Sasak memiliki bentuk pasif non-kanonik/aksidensial yang digunakan untuk menandai peristiwa atau tindakan yang tidak disengaja, yang tidak memiliki padanan morfologis langsung dalam bahasa Inggris. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan studi sintaksis komparatif dan membantu pemahaman mengenai hubungan bentuk ataupun fungsi pasif lintas bahasa, khususnya antara bahasa lokal dan bahasa global.

This research aims to analyze and compare passive sentences structures in Sasak and English Langguage, as well to identify their similarities and differences. Researchers used descriptive qualitative approach with contrastive method. The research data consists of passive sentences in Sasak and English languages. The data from both sources were obtained from literature discussing each language, as well as from the speech of native Sasak speakers. English data were obtained from literature written by native speakers and reliable reference sources. The data was analyzed based on the theoritical framework of syntax and linguistic typology. The research focuses on basic sentences, passive structures, passive classification (canonical passive, non-canonical/accidental passive, agentive passive, agentless passive), applicative passive (benefactive, locative, instrumental), and passive in somplex syntactic construction (relative clauses, interogative sentences, and cleft sentences). The research findings indicate that Sasak and English passive sentences share functional similarities: they fokus on the patient or the target of action, allow the agent to be expressed or omitted, and are used to manage information in discourse. This finding shows that although the passive functions are the same, sentence formation strategies differ according to each language system. Differences are found in morphological marking and syntactic realization. Sasak language uses the prefix te- for passive and pe-, -ang/-an for applicative, while English uses periphrastic constructions be + past participle or get + past participle. Additionally, Sasak exhibits non-canonical/accidential passive to indicate unintentional actins, which has no direct morphological equivalent in English. This research contributes to the development of comparative syntactic studies and aids in understanding the relationship between passive forms or functions across languages, particularly between local and global languages.

Kata Kunci : kalimat pasif, bahasa Sasak, bahasa Inggris, analisis kontrastif, sintaksis

  1. S2-2025-502209-abstract.pdf  
  2. S2-2025-502209-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-502209-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-502209-title.pdf  
  5. S2-2026-502209-abstract.pdf  
  6. S2-2026-502209-bibliography.pdf  
  7. S2-2026-502209-tableofcontent.pdf  
  8. S2-2026-502209-title.pdf