Kemampuan Toxin Binder Berbahan Bentonite, Yeast Cell Wall, Curcumin, dan Cinnamon terhadap Peningkatan serta Penurunan Toksisitas Aflatoksin B1 pada Broiler
Agung Susilo Wahyudi, Dr. Ir. Muhsin Al Anas, S.Pt., IPP.
2026 | Tesis | S2 Ilmu Peternakan
Penelitian ini
bertujuan mengetahui kemampuan toxin binder berbahan bentonite, yeast
cell wall, curcumin, dan cinnamon terhadap pengikatan serta
penurunan toksisitas aflatoxin B1 (AFB1) pada broiler. Pengujian daya ikat
dilakukan secara in vitro dengan rancangan acak lengkap pola searah yang
terdiri dari 4 perlakuan toxin binder dengan 3 ulangan yaitu P1=bentonite
100%, P2=yeast cell wall 100%, P3=bentonite 50% + yeast cell
wall 50%, dan P4=bentonite 47,5% + yeast
cell wall 47,5% + curcumin 3% + cinnamon 2 %. Penelitian
secara in vivo dilakukan dengan menggunakan
288 day old chick (DOC) broiler jantan yang dibagi menjadi 6 perlakuan, setiap perlakuan terdiri dari 6
ulangan dengan 8 ekor broiler per ulangan. Hasil uji in vitro
menunjukkan bahwa bentonite signifikan memiliki daya ikat AFB? tertinggi (92,96%). Kombinasi bentonite, yeast cell wall, curcumin,
dan cinnamon menghasilkan daya ikat tinggi (86,52%) sedikit lebih rendah
dari bentonite, tetapi tetap efektif menurunkan toksisitas AFB?. Pakan terkontaminasi AFB1 positif kontrol (PC) menurunkan ADG dan meningkatkan FCR (P<0>1 (P0), dengan penambahan toxin binder mampu
memperbaiki peningkatan ADG dan menurunkan FCR (P<0>1 berpengaruh terhadap penurunan ureum
(P0=2,56 mg/dL; PC=1,28 mg/dL) dan BUN (P0=1,18 mg/dL; PC=0,6 mg/dL), tetapi secara
konsisten toxin binder mengandung curcumin dan cinnamon memiliki
rataan ureum, BUN lebih tinggi, begitu juga terjadi peningkatan trigliserida
(54,88 mg/dL tanpa AFB1; 40,22 mg/dL terpapar AFB1) dibandingkan
tanpa penambahan curcumin dan cinnamon (44,30 mg/dL tanpa AFB1;
29,58 mg/dL terpapar AFB1), hal ini dimungkinkan adanya efek
antioksidan berpengaruh terhadap fungsi kerja hati. AFB1 menurunkan rasio
panjang vili : kedalaman kripta VH/CD (P0=8,93; PC=6,20) pada usus jejenum (P<0> sedangkan toxin binder signifikan meningkatkan VH/CD (7,85 dan 7,99). Paparan AFB1 menyebabkan penurunan ekspresi
gen CLDN1 (P0=1,17; PC=0,84) dan ZO1 (P0=1,31;
PC=0,83), tetapi terjadi peningkatan JAM2 (P0=1,22; PC=1,63). Penambahan toxin binder mampu memperbaiki integritas tight junction yang ditunjukkan pada peningkatan
nilai CLDN1, ZO1 (P=0,000). Pakan terpapar AFB1 signifikan
meningkatkan sitokin pro-inflamasi TNF? (P0=0,98;
PC=1,27), IL18 (P0=1,05; PC=1,32), serta anti-inflamasi IL10 (P0=0,83; PC=2,58), IL13 (P0=1,06; PC=1,60). Penambahan toxin binder
membalikkan respon sitokin melalui penurunan TNF?, IL18, IL10 (P=0,000),
sedangkan IL13 sebaliknya pada kombinasi bentonite dan yeast cell
wall. Penambahan curcumin dan cinnamon belum menunjukkan
pengaruh signifikan terhadap respons sitokin, namun berpotensi memberikan efek
protektif melalui aktivitas antioksidan. Berdasarkan hasil penelitian,
kombinasi bentonite dan yeast cell wall dengan daya ikat sekitar
85% merupakan toxin binder paling efektif dalam mencegah dampak negatif
toksisitas AFB? pada broiler.
This study aimed to assess the efficacy of toxin binders
composed of bentonite, yeast cell wall, curcumin, and cinnamon in binding and
mitigating the toxicity of aflatoxin B1 (AFB1) in
broilers. The in vitro binding assay was conducted using a completely
randomized design consisting of four treatments with three replicates: P1 =
100?ntonite, P2 = 100% yeast cell wall, P3 = 50?ntonite + 50% yeast cell
wall, and P4 = 47,5?ntonite + 47,5% yeast cell wall + 3% curcumin + 2%
cinnamon. The in vivo trial involved 288 male day-old broiler chicks distributed
into six dietary treatments, each comprising six replicates with eight birds
per replicate. The in vitro results demonstrated that bentonite exhibited the
highest AFB1 binding capacity (92,96%). The combination of
bentonite, yeast cell wall, curcumin, and cinnamon achieved a similarly high
binding capacity (86,52%), slightly lower than bentonite alone, yet still
effective in reducing AFB1 toxicity. AFB1 contaminated
feed (positive control, PC) significantly reduced average daily gain (ADG) and
increased feed conversion ratio (FCR) (P < 0>1 exposure decreased serum urea (P0 = 2.56 mg/dL; PC =
1,28 mg/dL) and blood urea nitrogen (BUN) (P0 = 1,18 mg/dL; PC = 0,6 mg/dL), However,
toxin binders containing curcumin and cinnamon consistently showed higher
average urea, BUN, and triglyceride levels (54.88 mg/dL without AFB1;
40.22 mg/dL with AFB1 exposure) compared to treatments without
curcumin and cinnamon (44.30 mg/dL without AFB1; 29.58 mg/dL with
AFB1 exposure). This may be attributed to the antioxidant effects of
curcumin and cinnamon, which could influence liver function. AFB1 exposure
reduced the jejunal villus height-to-crypt depth (VH/CD) ratio (P0 = 8,93; PC =
6,20) (P < 0>1
downregulated CLDN1 (P0 = 1,17; PC = 0,84) and ZO1 (P0 = 1,31; PC = 0,83)
expression and upregulated JAM2 (P0 = 1,22; PC = 1,63). Toxin binder inclusion
improved tight junction integrity, as evidenced by increased CLDN1 and ZO1
[removed]P=0,000). Dietary AFB1 significantly elevated
pro-inflammatory cytokines TNF-? (P0 = 0,98; PC = 1,27) and IL-18 (P0 = 1,05;
PC = 1,32), and anti-inflammatory cytokines IL-10 (P0 = 0,83; PC = 2,58) and
IL-13 (P0 = 1,06; PC = 1,60). Toxin binder supplementation modulated the cytokine
profile by reducing TNF-?, IL-18, and IL-10 (P=0,000), whereas IL-13 increased
specifically in the bentonite, yeast cell wall combination. Although curcumin
and cinnamon did not exert a significant effect on cytokine responses, their
antioxidant activities may contribute to a protective physiological role.
Overall, the combination of bentonite and yeast cell wall, with an AFB1-binding
capacity of approximately 85%, was identified as the most effective toxin
binder for mitigating the detrimental effects of AFB1 toxicity in
broilers.
Kata Kunci : Toxin binder, Bentonite, Yeast cell wall, Curcumin, Cinnamon.