Laporkan Masalah

Penyusunan Standar Operasional Prosedur Tanggap Darurat Gempa Bumi bagi Pasien dengan Mobilitas Terbatas di Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada

Syifa Hania, Ir. Felixtianus. Eko Wismo Winarto, M.Sc., Ph.D.

2026 | Tesis | MAGISTER TERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

Indonesia merupakan negara dengan tingkat kerawanan gempa bumi yang tinggi akibat letak geografisnya pada pertemuan lempeng tektonik aktif. Kondisi ini menempatkan rumah sakit sebagai fasilitas vital yang harus mampu melindungi keselamatan pasien dan menjaga keberlangsungan pelayanan kesehatan dalam situasi darurat. Meskipun kesiapsiagaan bencana rumah sakit telah banyak dikaji dan diatur dalam berbagai kebijakan, pedoman operasional yang tersedia umumnya masih bersifat umum.

Pada praktiknya, belum tersedia Standar Operasional Prosedur (SOP) yang secara spesifik, sistematis, dan aplikatif mengatur penanganan pasien dengan mobilitas terbatas dalam situasi darurat gempa bumi. Pasien dengan mobilitas terbatas memiliki karakteristik risiko yang berbeda, seperti ketergantungan pada bantuan petugas, penggunaan alat bantu mobilitas, serta waktu evakuasi yang lebih panjang. Ketiadaan SOP khusus bagi kelompok ini berpotensi menimbulkan variasi tindakan di lapangan, ketidakjelasan pembagian peran, dan peningkatan risiko keselamatan pasien. Kondisi tersebut menunjukkan adanya celah antara kebutuhan perlindungan kelompok rentan dan ketersediaan pedoman teknis di tingkat rumah sakit.

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan SOP tanggap darurat gempa bumi bagi pasien dengan mobilitas terbatas beserta media pendukung berupa poster edukasi keselamatan, menilai validitas SOP dan poster berdasarkan penilaian ahli, serta memperoleh gambaran awal substansi SOP berdasarkan penilaian pengguna dalam lingkup terbatas. Penelitian menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan.

Validasi dilakukan oleh ahli materi dan ahli media. Hasil validasi menunjukkan bahwa SOP berada pada kategori valid dan poster edukasi berada pada kategori layak sebagai media pendukung. Penilaian substansi SOP oleh pengguna dari unit Instalasi Gawat Darurat dan Satuan Keamanan dan Ketertiban menunjukkan bahwa indikator kejelasan judul SOP, langkah kerja, alur kegiatan, tanggung jawab pelaksana, dan pertimbangan risiko memperoleh persentase 100%, sedangkan indikator perbaikan atau revisi SOP memperoleh persentase 70%. Rata-rata penilaian substansi SOP oleh pengguna mencapai 95%. Temuan ini menunjukkan bahwa SOP telah disusun secara jelas dan relevan, meskipun masih diperlukan evaluasi lanjutan untuk menilai efektivitas penerapannya dalam kondisi darurat yang sesungguhnya.

Indonesia is highly prone to earthquakes due to its location at the convergence of active tectonic plates. This condition places hospitals as vital facilities that must ensure patient safety and continuity of health services during disasters. Disaster preparedness in hospitals has been widely discussed; however, existing operational guidelines generally remain generic and do not specifically address the needs of vulnerable patient groups. In practice, there is still a lack of Standard Operating Procedures (SOPs) that systematically regulate the management of patients with limited mobility during earthquake emergencies.

Patients with limited mobility face unique risks, including dependence on healthcare staff, use of mobility aids, and longer evacuation times. The absence of specific operational guidance may result in inconsistent actions, unclear role distribution, and increased safety risks. This gap highlights the need for inclusive and risk-based SOPs at the hospital level.

This study aimed to develop an Earthquake Emergency Response SOP for Patients with Limited Mobility along with supporting safety education posters, assess the validity of both products through expert judgment, and obtain an initial overview of SOP substance based on limited-scope user assessment. A research and development approach was employed.

Validation results indicated that the SOP was valid and the poster was appropriate as a supporting medium. User assessments from the Emergency Department and Security Unit showed most indicators reached 100%, while the revision indicator reached 70%, with an overall average of 95%. These findings indicate that the SOP is clear and operationally relevant, although further simulation-based evaluation is required.

Kata Kunci : gempa bumi, SOP, mobilitas terbatas, rumah sakit, kesiapsiagaan bencana

  1. S2-2026-530481-abstract.pdf  
  2. S2-2026-530481-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-530481-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-530481-title.pdf