Laporkan Masalah

Kajian Lintas Seksional Malignant Catarrhal Fever pada Sapi Potong dan Domba di Wilayah Berisiko di Provinsi Riau

Annisa Yohanes, drh. Dyah Ayu Widiasih, Ph.D.; Dr. drh. Agus Wiyono

2026 | Tesis | S2 Sain Veteriner

Malignant Catarrhal Fever merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Ovine herpervirus type 2 yang biasa ditemukan pada domba namun sangat fatal pada ruminansia besar seperti sapi dan kerbau. Data tahun 2022 menunjukkan adanya peningkatan populasi domba dan sapi potong di Provinsi Riau. Hal ini meningkatkan kekhawatiran terhadap peningkatan kasus MCF di Provinsi Riau. Studi epidemiologi tentang MCF di Provinsi Riau dipandang perlu dilakukan karena masih terbatasnya informasi yang tersedia mengenai MCF. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi prevalensi dan faktor risiko terhadap penyakit MCF pada sapi potong di Provinsi Riau. Sebuah penelitian lintas seksional yang dilakukan terhadap 274 ekor sapi potong di 76 peternakan di lima kabupaten di Provinsi Riau. Selain itu juga diambil 159 sampel swab domba yang berada di dekat sapi yang menjadi target sampling. Nested PCR digunakan untuk mendeteksi keberadaan virus OvHV-2. Faktor-faktor risiko dinilai dengan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisisdengan menggunakan uji chi-square dan regresi logistik di SPSS. Secara keseluruhan, 33 dari 274 sapi potong terdeteksi virus OvHV-2 menggunakan Nested PCR MCF,menghasilkan prevalensi sebesar 12,04%. Selain itu, 21 dari 76 (27,6%) peternakan sapi memiliki sapi yang terdeteksi virus OvHV-2 menggunakan Nested PCR MCF, serta terdapat 44,7 % domba yang menunjukkan hasil uji positif terhadap deteksi virus OvHV-2. Analisis bivariat dan multivariat menunjukkan bahwa sapi berusia 2-5 tahun memiliki risiko lebih rendah teradap MCF (aOR = 0,239; p= 0,004). Hasil analisis menunjukkan bahwa sapi Ras Bali memiliki persentase MCF positif yang lebih tinggi dibandingkan dengan sapi bukan ras Bali walaupun tidak berbeda nyata. Pada tingkat peternakan, sapi yang dipelihara secara bersamaan dengan domba cenderung memiliki peningkatan risiko terjadinya MCF pada sapi (aOR = 8,218; p = 0,015), dan peternakan yang berjarak kurang dari 100 m dari domba juga akan meningkatkan risiko terjadinya MCF (aOR = 4,083; p = 0,027). Kesimpulan dari penelitian ini adalah prevalensi MCF pada sapi potong di Provinsi Riau adalah 12,04% pada tingkat ternak, dan 27,63% pada tingkat peternakan. Sapi dengan kelompok umur 2-5 tahun memiliki risiko lebih rendah teradap MCF. Sedangkan, variabel yang dapat meningkatkan risiko MCF pada sapi potong di Provinsi Riau berupa pemeliharaan bersamaan antara sapi dan domba, peternakan sapi yang berjarak kurang dari 100 m dari domba.

Malignant Catarrhal Fever is a disease caused by the Ovine herpesvirus type 2, which usually occurs in sheep but is highly fatal in large ruminants such as cattle and buffalo. Data from 2022 indicates an increase in the population of sheep and beef cattle in Riau Province. This creates concerns about an increase in MCF cases in Riau Province. An epidemiological study on MCF in Riau Province is considered essential because of the limited information available on MCF. Therefore, this study aims to identify the prevalence and risk factors for MCF in beef cattle in Riau Province. A cross-sectional study was conducted on 274 beef cattle from 76 farms in five districts in Riau Province. Additionally, 159 swab samples were taken from sheep near the cattle targeted for sampling. Nested PCR was used to detect the presence of the OvHV-2 virus. Risk factors were assessed using a structured questionnaire and analyzed using chi-square tests and logistic regression in SPSS. Overall, the OvHV-2 virus was detected in 33 out of 274 beef cattle tested using Nested PCR MCF, resulting in a prevalence of 12.04%. Additionally, 21 out of 76 (27.6%) beef cattle farms had cattle detected with OvHV-2 virus using Nested PCR MCF, and 44.7% of sheep showed positive test results for the detection of OvHV-2 virus. Bivariate and multivariate analysis showed that cattle aged 2-5 years had a lower risk of MCF (aOR = 0.239; p = 0.004). The analysis results show that Bali cattle have a higher percentage of positive MCF compared to non-Bali cattle, although the difference is not statistically significant. At the farm level, cattle raised simultaneously with sheep tend to have an increased risk of MCF (aOR = 8.218; p = 0.015), and farms located less than 100 m from sheep will also increase the risk of MCF (aOR = 4.083; p = 0.027). The conclusion of this study is that the prevalence of MCF in beef cattle in Riau Province is 12.04% at the animal level and 27.63% at the farm level. Cattle aged 2-5 years have a lower risk of MCF. Meanwhile, variables that can increase the risk of MCF in beef cattle in Riau Province include keeping cattle and sheep together, and cattle farms located less than 100 m from sheep.

Kata Kunci : Malignant Catarrhal Fever, sapi potong, kajian lintas seksional, faktor risiko, Riau

  1. S2-2026-509877-abstract.pdf  
  2. S2-2026-509877-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-509877-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-509877-title.pdf