ANALISIS DATA MIKROTREMOR UNTUK MENDAPATKAN NILAI KERENTANAN GEMPA MENGGUNAKAN METODE HVSR DI KAWASAN PERBATASAN BARAT KOTA SEMARANG, JAWA TENGAH
Mita Salma Muraita, Dr. Drs. Budi Eka Nurcahya, M.Si.
2026 | Skripsi | GEOFISIKA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai frekuensi dominan (f0), faktor amplifikasi (A0), dan indeks kerentanan seismik (Kg) di kawasan perbatasan barat Kota Semarang, Jawa Tengah. Data yang digunakan merupakan data mikrotremor primer sebanyak 138 titik pengukuran yang diolah menggunakan metode Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR). Pengolahan dilakukan dengan perangkat lunak Geopsy versi 3.3.6 melalui tahapan filtering, windowing, FFT, dan stacking. Nilai f0 dan A0 yang diperoleh kemudian digunakan untuk menghitung indeks kerentanan seismik (Kg), lalu pemetaan spasial dilakukan menggunakan metode interpolasi kriging pada ArcMap 10.8. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai f0 berkisar dari 0,53 Hz-34,6 Hz, nilai A0 berkisar dari 2,6-9,0 dan nilai Kg berkisar dari 1-67. Nilai f0 rendah dan A0 tinggi umumnya ditemukan pada daerah aluvium di pesisir pantai, sedangkan nilai f0 tinggi dan A0 rendah terdapat pada formasi damar di bagian selatan. Hal ini menunjukkan bahwa daerah pesisir memiliki tingkat kerentanan seismik yang lebih tinggi akibat lapisan sedimen yang lunak dan tebal. Hasil ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi upaya mitigasi bencana gempa bumi di kawasan perbatasan barat Kota Semarang.
This study aims to determine the dominant frequency (f0), amplification factor (A0), and seismic vulnerability index (Kg) in the western border area of Semarang City, Central Java. The research utilized 138 microtremor measurement points processed using the Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR) method. Data processing was carried out with Geopsy version 3.3.6 through filtering, windowing, Fast Fourier Transform (FFT), and stacking stages. The obtained f0 and A0 values were used to calculate Kg, while spatial mapping was conducted using the kriging interpolation method in ArcMap 10.8. The results show that f0 values range from 0,53 Hz to 34,6 Hz, A0 values from 2,6 to 9,0, and Kg values from 1 to 67. Low f0 and high A0 values generally occur in alluvial formations in coastal areas, whereas high f0 and low A0 values are found in the Damar Formation in the southern region. These findings indicate that the coastal area exhibits higher seismic vulnerability due to the presence of thick and soft sediment layers. The results of this study are expected to serve as a reference for earthquake hazard mitigation in the western border area of Semarang City.
Kata Kunci : Mikrotremor, HVSR, Amplifikasi, Indeks Kerentanan Seismik, Semarang Barat