Zonasi Kemampuan Lahan untuk Pembangunan Fasilitas Kepariwisataan dengan Multi-Criteria Analysis: Analytical Hierarchy Process di Kapanewon Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta
Benedictus Kevin Kurniawan, Prof. Dr.Eng. Ir. Wahyu Wilopo S.T., M.Eng., IPM.; Agus Hendratno, S.T., M.T.
2026 | Skripsi | TEKNIK GEOLOGI
Penelitian ini mengkaji
perencanaan pengembangan wilayah di Kapanewon Girimulyo, yang ditetapkan
sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Daerah berdasarkan Rencana Induk
Pembangunan Kepariwisataan Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Periode 2012–2025.
Kondisi kelerengan yang curam serta kerentanan terhadap bahaya gerakan massa
menjadikan kajian geologi sangat diperlukan sebagai dasar dalam pengembangan
pariwisata yang berkelanjutan, khususnya untuk fasilitas penunjang seperti
akomodasi.
Data primer yang dikumpulkan
mencakup sebaran litologi, kekuatan batuan, serta zona perlindungan gua,
sedangkan data sekunder meliputi kemiringan lereng, persebaran mata air,
catatan bahaya kekeringan serta catatan kerawanan gerakan massa,. Data-data
tersebut dianalisis dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP)
yang terintegrasi dengan Sistem Informasi Geografis (SIG), dengan penerapan
tiga skenario pembobotan berbeda untuk setiap parameter.
Hasil penelitian menghasilkan
rekomendasi zonasi pengembangan fasilitas akomodasi yang memperhatikan potensi
pariwisata sekaligus aspek keselamatan geologi dan perlindungan lingkungan, dan
membaginya menjadi tiga zona kemampuan lahan yaitu zona sangat mampu (29,68%)
yang mencakup sebagian besar area Kalurahan Giripurwo. bagian Selatan Kalurahan
Jatimulyo dan bagian timur Kalurahan Purwosari dan Pendoworejo, zona mampu (51,92%)
mencakup bagian utara Kalurahan Purwosari, bagian utara Kalurahan Pendoworejo, dan
bagian selatan Kalurahan Jatimulyo. Sementara untuk zona kurang mampu meliputi
bagian utara Kalurahan Jatimulyo dan bagian selatan Kalurahan Purwosari. Ketiga
zona tersebut kemudian dieliminasi dengan penampalan zona perlindungan sekitar
untuk didapati hasil akhir peta zonasi kemampuan lahan untuk pengembangan
fasilitas kepariwisataan di Kapanewon Girimulyo.
This study examines regional
development planning in Kapanewon Girimulyo, which has been designated as a
Regional Strategic Tourism Area under the Regional Tourism Development Master
Plan of the Special Region of Yogyakarta Province for the period 2012–2025. The
area is characterized by steep slopes and a high susceptibility to mass
movement hazards, necessitating geological assessments as a fundamental basis
for sustainable tourism development, particularly for supporting facilities
such as accommodation.
Primary data collected in this
study include lithological distribution, rock strength, and cave protection
zones, while secondary data consist of slope gradient, spring distribution,
records of drought hazards, and mass movement susceptibility. These datasets
were analyzed using the Analytical Hierarchy Process (AHP) integrated with
Geographic Information Systems (GIS), with three different weighting scenarios
applied to each parameter.
The results provide zoning
recommendations for the development of accommodation facilities that consider
both tourism potential and geological safety as well as environmental
protection. The land capability for tourism facility development is classified into
three zones: a highly suitable zone (29,68%), covering most of Giripurwo
Village’s area, the southern part of Jatimulyo Village and the eastern part of
Purwosari Village and Pendoworejo Village; a moderately suitable zone (51.92%),
includes the northern part of Purwosari Village and Pendoworejo Village, and the
southern part of Jatimulyo Village,; and a less suitable zone, encompassing the
northern part of Jatimulyo Village and the southern part of Purwosari Village.
These zones were further refined through overlay analysis with surrounding
protected areas to produce the final land capability zoning map for tourism
facility development in Kapanewon Girimulyo.
Kata Kunci : Analytical hierarchy process, fasilitas akomodasi, geologi pengembangan wilayah, Kapanewon Girimulyo, zonasi kemampuan lahan