Laporkan Masalah

Manajemen Risiko Usaha Tani Melon di Kapanewon Galur Kabupaten Kulon Progi

Brian Oktawira Putra Waradana, Asih Kusumaningsih, S. P., M. Sc.

2026 | Skripsi | SOS.EK. PERTANIAN (AGROBISNIS)

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen risiko pada usaha tani melon di lahan pasir pantai Kapanewon Galur, Kabupaten Kulon Progo. Tujuan khusus dari penelitian ini meliputi: (1) menganalisis tingkat risiko produksi dan risiko pendapatan menggunakan metode koefisien variasi (CV); (2) mengidentifikasi persepsi petani terhadap risiko usaha tani; serta (3) mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi risiko pendapatan melalui analisis diagram fishbone.


Metode dasar penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani melon di Kapanewon Galur menghadapi tantangan berupa anomali cuaca, serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), serta fluktuasi harga jual. Berdasarkan analisis persepsi menggunakan skala Likert, faktor kualitas benih dan harga pupuk dianggap sebagai komponen yang paling berpengaruh terhadap risiko pendapatan. Identifikasi masalah melalui diagram fishbone menunjukkan bahwa faktor lingkungan (lahan pasir pantai, salinitas air), faktor manusia (tingkat pendidikan rendah, kurangnya penyuluhan), dan faktor material (kelangkaan pupuk) menjadi penyebab utama risiko pendapatan pada usaha tani melon di wilayah tersebut.

This research aims to analyze risk management in melon farming on the coastal sandy lands of Kapanewon Galur, Kulon Progo Regency. The specific objectives of this study include: (1) analyzing the level of production risk and income risk using the coefficient of variation (CV) method; (2) identifying farmers' perceptions of farming risks; and (3) identifying factors affecting income risk through fishbone diagram analysis.


The basic research method used is descriptive-analytical. The results show that melon farmers in Kapanewon Galur face challenges such as weather anomalies, pest and disease attacks (OPT), and fluctuations in selling prices. Based on perception analysis using the Likert scale, seed quality and fertilizer prices are considered the most influential components of income risk. Problem identification through the fishbone diagram indicates that environmental factors (coastal sandy land, water salinity), human factors (low education levels, lack of extension services), and material factors (fertilizer scarcity) are the primary causes of income risk in melon farming in the region.

Kata Kunci : Usaha Tani Melon, Manajemen Risiko, Risiko Pendapatan, Persepsi Petani.

  1. S1-2026-481503-abstract.pdf  
  2. S1-2026-481503-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-481503-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-481503-title.pdf