Employee's readiness to change in restructuring process at PT Telkom, Tbk-Distel Jogjakarta
PRAMONO, Setyoko, Drs. Gugup Kismono, MBA
2005 | Tesis | Magister ManajemenUntuk bertahan dalam kompetisi global, sebuah peruhasaan harus dapat beradaptasi dengan melakukan perubahan yang terencana. Perubahan ini memerlukan kesiapan untuk berubah dari individu dan perusahaan. Level kesiapan untuk berubah dari karyawan dapat dicari dari dua faktor; level ketidakpuasan dan level resiko pribadi terhadap perubahan. Hasil dari dua factor ini menjadi acuan untuk menentukan posisi kesiapan untuk berubah karyawan PT. Telkom, Tbk berdasarkan gambar matrik kesiapan untuk berubah. Dalam setiap perubahan, terdapat penolakan untuk berubah yang menjadi halangan mencapai tujuan dalam setiap perubahan. Aspek penolakan yang paling potensial dapat diketahui dari pengukuran level resiko terhadap perubahan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang mendeskripsikan posisi dan karakteristik dari kesiapan untuk berubah dari karyawan PT. Telkom, Tbk menghadapi proses restrukturisasi. Penelitian ini diawali dengan pencarian hasil dari level ketidakpuasan dan level resiko pribadi dari perubahan yang terjadi berdasarkan dari posisi karyawan dalam perusahaan. Terdapat tiga kelompok yaitu: staff, officer, dan manager. Dalam mengumpulkan data, penulis mendistribusikan 120 kuesioner (87 diantaranya kembali) dan melakukan interview langsung dengan beberapa karyawan di level berbeda dalam management perusahaan. Hasil yang didapat, level ketidakpuasannya rendah. Ini berarti keinginan untuk berubah dari para karyawan juga rendah. Hasil dari level resiko pribadi juga rendah. Hasil ini menjelaskan bahwa karyawan menganggap perubahan yang terjadi beresiko rendah terhadap pekerjaan mereka sekarang. Berdasarkan hasil dari kedua variabel tersebut, maka posisi kesiapan untuk berubah mengacu pada matrik kesiapan untuk berubah berada pada posisi: Moderate to Interdeterminate. Langkah selanjutnya adalah membandingkan level ketidakpuasan dan level resiko pribadi berdasarkan posisi karyawan dalam perusahaan. Penulis mengaplikasikan ANOVA dengan menggunakan SPSS versi 10. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa tidak ada perbedaaan diantara grup staff, officer dan manager berdasarkan level ketidakpuasan. Sebaliknya, ada perbedaan yang signifikan antara staff, officer dan manager berdasarkan level resiko pribadi.
In order to survive in global competition, a company must adapt its strategy by conducting planned changes. These changes demand both individual and organization’s readiness to change. The level of employee’s readiness to change is determined by two factors; the level of dissatisfaction and the level of personal risk. From those two factors, the study will reveal in which position the PT. Telkom employee’s readiness to change based on readiness to change matrix. In any change, there is resistance to change that might become an obstacle in accomplishing the objective of the change. Referring to the measurement of personal risk level, there are potential aspects of resistance to change. The research uses descriptive method to describe the position and characteristic of readiness to change of PT. Telkom’s employees toward restructuring process. The research begins with finding the level of dissatisfaction and personal risk to the change based on the position of the employees. There are 3 groups, staff, officer, and manager. In collecting the data, the writer distributes 120 questionnaires (87 returned) and conduct direct interview with some employees in different layer of management. The result of dissatisfaction level is low. This means that the desire of PT. Telkom to change is low too. The result of personal risk level is also low. This low score represents that the employees consider the change would have low risk to their jobs. Based on the score of those two variables, the position in readiness to change matrix is Moderate to interdeterminate. The next action is to compare the level of dissatisfaction and personal risk based on the position. The writer applies ANOVA using SPSS version 10. The result shows that there is no difference among staffs, officers, and managers based on dissatisfaction level. On the contrary, there is a significant difference based on personal risk level among the staff, officers and managers.
Kata Kunci : Kesiapan untuk berubah, penolakan terhadap perubahan, level ketidakpuasan, level resiko pribadi, karakter karyawan, aspek potensial penolakan, readiness to change, resistance to change, level of dissatisfaction, level of personal risk, employee’s charac