Pengaruh variasi windowing terhadap atribut low frequency passive seismic dan potensi hidrokarbon pada Lapangan 'G', Cekungan Sumatra Tengah
Gilang Kurnia Pandhudewanata, Dr.rer.nat. Wiwit Suryanto, S.Si., M.Si. ; Dr. Theodosius Marwan Irnaka, S.Si., M.Sc.
2026 | Skripsi | GEOFISIKA
Metode Low-Frequency Passive Seismic (LFPS) merupakan salah satu metode geofisika yang memanfaatkan gelombang alami berfrekuensi rendah untuk mengidentifikasi anomali yang berasosiasi dengan reservoir hidrokarbon. Dalam pengolahan data Low-Frequency Passive Seismic (LFPS), terdapat berbagai parameter krusial yang digunakan, salah satunya windowing. Pemilihan parameter windowing merupakan langkah krusial karena sangat memengaruhi kualitas spektrum energi dan amplitudo yang diekstrak. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi variasi windowing mana yang paling relevan atau optimal dalam menghasilkan peta anomali spektral yang konsisten dan akurat untuk identifikasi area potensi hidrokarbon. Studi ini didasarkan pada data dari 56 stasiun pengukuran LFPS yang diproses menggunakan empat variasi windowing (10 detik, 20 detik, 60 detik, dan 90 detik). Hasil analisis pada atribut spektrum amplitudo dan spektrum energi menunjukkan adanya hubungan berbanding terbalik, di mana penggunaan windowing dengan rentang waktu lebih sempit secara sistematis menghasilkan nilai atribut amplitudo dan energi yang lebih tinggi. Sebaliknya, windowing dengan rentang waktu lebih lebar merekam nilai atribut yang lebih rendah. Setelah melalui tahapan koreksi temporal, koreksi spasial, dan pembobotan, peta potensi hidrokarbon terintegrasi yang dihasilkan dari keempat variasi windowing menunjukkan pola persebaran yang relatif serupa. Meskipun demikian, windowing 60 detik memberikan kesesuaian terbaik ketika dikorelasikan dengan peta struktur geologi daerah penelitian.
The Low-Frequency Passive Seismic (LFPS) method is a geophysical technique that utilizes natural low-frequency waves to identify anomalies associated with hydrocarbon reservoirs. In LFPS data processing, various crucial parameters are employed, one of which is windowing. The selection of the windowing parameter is a critical step as it significantly influences the quality of the extracted energy spectra and amplitudes. Therefore, this research aims to identify which windowing variation is the most relevant or optimal in generating consistent and accurate spectral anomaly maps for the identification of potential hydrocarbon areas. This study is based on data from 56 LFPS measurement stations processed using four windowing variations (10 seconds, 20 seconds, 60 seconds, and 90 seconds). Analysis results of the amplitude and energy spectrum attributes indicate an inverse relationship, where the use of windowing with narrower time ranges systematically yields higher amplitude and energy attribute values. Conversely, windowing with wider time ranges records lower attribute values. After undergoing temporal correction, spatial correction, and weighting stages, the integrated hydrocarbon potential maps generated from the four windowing variations demonstrate relatively similar distribution patterns. However, the 60 second windowing provides the best correspondence when correlated with the geological structure map of the study area.
Kata Kunci : LFPS, Windowing, Koreksi temporal, Koreksi Spasial, Amplitudo, Energi