THE EFFECT OF TORSIONAL FORCES ON THE FORMATION OF REACTION TISSUES ON Swietenia macrophylla SEEDLINGS
Fanany Wuri Prastiwi, Prof. Dr. Widyanto Dwi Nugroho, S.Hut., M.Agr.; Prof. Satoshi Nakaba, Ph.D.
2026 | Tesis | S2 Ilmu Kehutanan
Reorientasi batang dapat dipengaruhi
oleh gravitasi, angin, kemiringan, dan dominasi tajuk, seperti yang terjadi
pada pohon Angiospermae, dimana kayu tarik terbentuk untuk membantu pemulihan
batang. Angin dan berat tajuk tidak hanya menyebabkan kemiringan batang, tetapi
juga memungkinkan adanya gaya puntir pada batang. Dalam penelitian ini, semai Swietenia
macrophylla digunakan untuk mengamati pengaruh gaya puntir pada
karakteristik anatomi kayu dan untuk menunjukkan apakah semai tersebut
menunjukkan respon yang sama seperti pada batang yang miring. Perlakuan akan
dilakukan dengan memuntir batang semai searah jarum jam pada sudut 0° (kontrol),
90°, dan 180°. Pengamatan yang telah dilakukan menunjukkan bahwa G-layer (karakteristik
khas kayu tarik) juga terbentuk pada batang yang terpuntir, sebagaimana respon
kayu ketika miring atau bengkok. Gaya puntir yang berbeda mempengaruhi
pembentukan pembuluh kecil yang mirip dengan yang ditemukan pada kayu tarik. Selain
itu, penelitian ini juga menunjukkan pengaruh signifikan dari lamanya perlakuan
gaya puntir terhadap lebar radial G-layer dan ukuran pembuluh, dengan nilai
yang berfluktuasi setelah beberapa bulan perlakuan. Saluran resin juga
merupakan salah satu struktur anatomi yang terpengaruh oleh gaya puntir. Hasil
penelitian ini memberikan pengetahuan baru tentang variasi karakteristik
anatomi kayu pada semai S. macrophylla setelah terpapar gaya puntir.
Penelitian ini dapat bermanfaat untuk memprediksi tekanan mekanis dan cacat
kayu pada batang tanaman yang sering terpengaruh angin atau memiliki tajuk yang
tidak seimbang.
Plant reorientation in nature can be
influenced by gravity, wind, slope, and asymmetric crown, such as those that
happen in angiosperm trees, where tension wood is formed in order to help the
stem recover. Wind and self-weight not only cause trees to bend, but can also
twist the stem. In this study, Swietenia macrophylla seedlings were used
to observe the effect of torsional forces on the anatomical characteristics of
wood and to determine whether they exhibit the same response as those in the leaning
stem. The torsional treatment will be applied by twisting the seedling in the
clockwise direction in 0° (control), 90°, and 180°. Our findings reveal that the
G-layer (typical characteristic of tension wood) forms not only in a leaning or
crooked stem but also in a torsion/twisted stem. Different torsional forces
cause the formation of small vessels similar to those found in tension wood. Moreover,
the present study also indicates a significant effect of different treatment
durations of torsional forces on the radial width of G-layer and vessel size,
with fluctuating values after several months of treatments. The resin canal is also one of the
noticeable anatomical structures affected by the torsional treatment.
The results of this study provided new knowledge about the variation of wood
anatomical characteristics in S. macrophylla seedlings after exposure to
torsional force. This study might be useful for predicting mechanical stress
and failure of plant stems that are frequently affected by wind or have an
unbalanced crown, which can cause torsional forces on the trunk.
Kata Kunci : G-layer, reaction tissue, Swietenia macrophylla, torsional forces