Laporkan Masalah

Pola Mortalitas Penderita Stroke Di RSUP Dr. Sardjito Tahun 1995-1996

T. Herjuna Hadiyanta, dr. Sri Sutarni, DSSK ; dr. Siti Nurdjanah, DSPD

1997 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN

Stroke merupakan penyebab kematian utama dan salahsatu penyakit kegawatdaruratan di bidang neurologi dengan mortalitas tinggi dan sering menimbulkan gejala sisa akibat serangan tersebut. Ini akan menimbulkan beban psikologis, psikososial, dan ekonomi penderita maupun keluarganya. Maka penelitian pola mortalitas stroke sangat diperlukan guna mengurangi insidensinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola mortalitas penyakit stroke dengan melakukan penelitian secara deskriptif retrospektif atas dasar data sekunder catatan medik di RSUP Dr. Sardjito. Selama bulan Januari 1995 sampai Desember 1996 di RSUP Dr. Sardjito didapatkan penderita stroke sebanyak 417 kasus dengan jumlah pasien meninggal 130(31,2%), pria 85(65,4%) dan wanita 45 (34,6%). Terdapat insidensi tertinggi pada kelompok umur 61 70 tahun yaitu pria (31,8%) dan wanita (34,6%). Status pasien rujukan (60,3%) lebih banyak daripada pasien datang langsung (39,7%) dari Yogyakarta (79,2%) dan dari luar Yogyakarta (20,8%), dengan jenis pekerjaan terbanyak sebagai pensiunan. Stroke hemoragi (59,2%) paling sering menyebabkan kematian, stroke non hemoragi (31,5%), dan stroke lainnya (9,2%), dengan kasus terbanyak didahului riwayat penyakit hipertensi (52,9%). Herniasi tentorial merupakan penyebab kematian terbanyak stroke hemoragik (81,3%) dan stroke non hemoragik (39,7%). Stroke non hemoragik disamping herniasi tentorial insidensi septikemia (38,0%) juga tinggi. Stroke perdarahan sering disertai serangan mendadak, khas ditandai penurunan kesadaran akut, muntah, nyeri kepala hebat, lemah dan pelo dengan gejala klinis yang dominan. Stroke infark serangan dan gejala klinis kurang begitu khas. Pemeriksaan CT Scan dapat membedakan lesi otak iskemix dan hemoragik, sekaligus menentukan lokasi dan perluasannya. Lokasi infark paling banyak terjadi di capsula interna (31,1%) dan sisi kanan lebih sering daripada sisi kiri. Infark pada lobus parietalis lebih sering terjadi dibandingkan pada lobus lainnya. Lesi hemoragi sering pada lobus parietalis sinistra (33,0%) dan lesi otak kiri lebih sering daripada otak kanan.

Kata Kunci : mortalitas, stroke

  1. S1-FKU-1997-THerjunaHadiyanta-Abstract.pdf  
  2. S1-FKU-1997-THerjunaHadiyanta-Bibliography.pdf  
  3. S1-FKU-1997-THerjunaHadiyanta-tableofcontent.pdf  
  4. S1-FKU-1997-THerjunaHadiyanta-Title.pdf