Laporkan Masalah

PERANCANGAN IMPLEMENTASI SAFETY TALK DALAM KOMUNIKASI KESELAMATAN PERTAMBANGAN DI PT MITRA MUDA PRIMA

Istiyan Wijayanto, Dr. Nuryuda Irdana, S.P., M.M., HTS, CHE

2026 | Tesis | MAGISTER TERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

Industri pertambangan merupakan sektor dengan tingkat risiko kecelakaan kerja yang tinggi, sehingga memerlukan sistem komunikasi keselamatan yang efektif dan berkelanjutan. Salah satu bentuk komunikasi keselamatan yang umum diterapkan adalah Safety Talk, namun dalam praktiknya sering kali masih bersifat formalitas dan kurang kontekstual dengan kondisi lapangan serta karakteristik pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komponen utama pelaksanaan Safety Talk, merancang model implementasi Safety Talk yang sistematis dan kontekstual, serta menganalisis pengaruh implementasinya terhadap peningkatan komunikasi keselamatan kerja pada pekerja pertambangan di PT Mitra Muda Prima.

Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) yang dikombinasikan dengan quasi experiment melalui desain pre-test dan post-test. Subjek penelitian adalah pekerja pertambangan PT Mitra Muda Prima. Intervensi dilakukan melalui penerapan model komunikasi Safety Talk integratif yang mengombinasikan metode konvensional dan media digital. Variabel yang dianalisis meliputi pengetahuan, sikap, dan perilaku komunikasi keselamatan kerja. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik yang sesuai dengan karakteristik distribusi data.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Safety Talk yang dirancang secara sistematis dan interaktif mampu meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku komunikasi keselamatan kerja pekerja secara signifikan. Model Safety Talk integratif yang dikembangkan dinilai aplikatif dan relevan untuk diterapkan di lingkungan pertambangan dengan karakteristik risiko tinggi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengembangan komunikasi keselamatan kerja serta berkontribusi terhadap penguatan budaya keselamatan di industri pertambangan.

Industri pertambangan merupakan sektor dengan tingkat risiko kecelakaan kerja yang tinggi, sehingga memerlukan sistem komunikasi keselamatan yang efektif dan berkelanjutan. Salah satu bentuk komunikasi keselamatan yang umum diterapkan adalah Safety talk, namun dalam praktiknya sering kali masih bersifat formalitas dan kurang kontekstual dengan kondisi lapangan serta karakteristik pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komponen utama pelaksanaan Safety talk, merancang model implementasi Safety talk yang sistematis dan kontekstual, serta menganalisis pengaruh implementasinya terhadap peningkatan komunikasi keselamatan kerja pada pekerja pertambangan di PT Mitra Muda Prima.

Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) yang dikombinasikan dengan quasi experiment melalui desain pre-test dan post-test. Subjek penelitian adalah pekerja pertambangan PT Mitra Muda Prima. Intervensi dilakukan melalui penerapan model komunikasi Safety talk integratif yang mengombinasikan metode konvensional dan media digital. Variabel yang dianalisis meliputi pengetahuan, sikap, dan perilaku komunikasi keselamatan kerja. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik yang sesuai dengan karakteristik distribusi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Safety talk yang dirancang secara sistematis dan interaktif mampu meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku komunikasi keselamatan kerja pekerja secara signifikan. Model Safety talk integratif yang dikembangkan dinilai aplikatif dan relevan untuk diterapkan di lingkungan pertambangan dengan karakteristik risiko tinggi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengembangan komunikasi keselamatan kerja serta berkontribusi terhadap penguatan budaya keselamatan di industri pertambangan.

Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) yang dikombinasikan dengan quasi experiment melalui desain pre-test dan post-test. Subjek penelitian adalah pekerja pertambangan PT Mitra Muda Prima. Intervensi dilakukan melalui penerapan model komunikasi Safety talk integratif yang mengombinasikan metode konvensional dan media digital. Variabel yang dianalisis meliputi pengetahuan, sikap, dan perilaku komunikasi keselamatan kerja. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik yang sesuai dengan karakteristik distribusi data.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Safety talk yang dirancang secara sistematis dan interaktif mampu meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku komunikasi keselamatan kerja pekerja secara signifikan. Model Safety talk integratif yang dikembangkan dinilai aplikatif dan relevan untuk diterapkan di lingkungan pertambangan dengan karakteristik risiko tinggi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengembangan komunikasi keselamatan kerja serta berkontribusi terhadap penguatan budaya keselamatan di industri pertambangan.

Kata Kunci : Komunikasi Keselamatan, Media Digital, Perilaku K3, Keselamatan Pertambangan, Safety talk

  1. S2-2026-530538-abstract.pdf  
  2. S2-2026-530538-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-530538-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-530538-title.pdf