PENGEMBANGAN INSTRUMEN EVALUATIF PENILAIAN KELAYAKAN KONTRAKTOR LAYANAN KESEHATAN KERJA BERBASIS CONTRACTOR SAFETY MANAGEMENT SYSTEM (CSMS)
CHRISTIAN SIPAYUNG, Ir. Rini Dharmastiti, M.Sc., Ph.D., IPM., ASEAN Eng
2026 | Tesis | MAGISTER TERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
Kontraktor
layanan kesehatan kerja memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung
penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada industri berisiko tinggi,
termasuk sektor pertambangan. Meskipun demikian, proses seleksi kontraktor
medis pada banyak perusahaan, termasuk PT. ABC Indonesia, masih bersifat
administratif dan belum didukung oleh instrumen evaluatif yang komprehensif,
terukur, serta berbasis risiko. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kebutuhan
mendesak akan suatu instrumen penilaian yang mampu memastikan kelayakan
kontraktor secara objektif dan selaras dengan tuntutan operasional wilayah
tambang yang kompleks dan berisiko tinggi.
Penelitian
ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) melalui dua
tahapan utama, yaitu (1) validasi isi menggunakan Content Validity Index (CVI)
oleh enam panel ahli dan (2) Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk
menentukan bobot prioritas antar kriteria pada instrumen evaluatif. Hasil
validasi isi menunjukkan bahwa seluruh 24 indikator memperoleh nilai i-CVI =
1,00 dan s-CVI/Ave = 1,00, yang menandakan tingkat kesesuaian konten yang
sangat tinggi. Pada tahap AHP, penilaian perbandingan berpasangan dari panel
ahli digabungkan menggunakan Geometric Mean dan menghasilkan matriks
perbandingan yang sepenuhnya konsisten dengan nilai Consistency Ratio (CR)
sebesar 0.
Hasil
penelitian menunjukkan bahwa Leadership and Top Management Commitment (K1)
merupakan kriteria yang paling dominan dengan bobot sebesar 84,48%, diikuti
Policy and Strategic Objectives (K2) sebesar 12,76%, sementara kriteria lainnya
memiliki kontribusi yang relatif lebih kecil. Temuan ini menegaskan bahwa aspek
kepemimpinan dan arah kebijakan strategis merupakan faktor kunci dalam
menentukan kelayakan kontraktor layanan kesehatan kerja di lingkungan
pertambangan. Penelitian ini menghasilkan instrumen evaluatif berbasis 8 domain
dan 24 indikator yang komprehensif, konsisten, serta layak diterapkan untuk
meningkatkan objektivitas seleksi dan efektivitas implementasi CSMS di PT. ABC
Indonesia.
Kata kunci:
CSMS, kontraktor layanan kesehatan kerja, validitas isi, AHP, kelayakan
kontraktor, K3.
Abstract
Contractor
occupational health service providers play a critical role in supporting the
implementation of occupational safety and health (OSH) within high-risk
industries, including the mining sector. However, the selection process for
medical contractors in many organizations, including PT. ABC Indonesia, remains
predominantly administrative and lacks a comprehensive, measurable, and
risk-based evaluation instrument. This condition highlights the urgent need for
an assessment tool capable of objectively determining contractor eligibility in
alignment with the operational demands of complex and high-risk mining
environments.
This
study employed a Research and Development (R&D) approach comprising two
primary stages: (1) content validation using the Content Validity Index (CVI)
by six expert panelists, and (2) the Analytical Hierarchy Process (AHP) to
determine priority weights among the assessment criteria. The content
validation results showed that all 24 indicators achieved i-CVI = 1.00 and
s-CVI/Ave = 1.00, indicating an exceptionally high level of content relevance.
In the AHP stage, pairwise comparison judgments from the experts were
aggregated using the Geometric Mean, producing a fully consistent comparison
matrix with a Consistency Ratio (CR) of 0.
The
findings revealed that Leadership and Top Management Commitment (K1) was the
most dominant criterion, with a weight of 84.48%, followed by Policy and
Strategic Objectives (K2) at 12.76%, while the remaining criteria contributed
relatively smaller proportions. These results underscore that leadership and
strategic policy direction are key determinants of contractor eligibility
within mining-sector occupational health services. The study ultimately
produced an evaluative instrument comprising 8 domains and 24 indicators, which
is comprehensive, consistent, and feasible for enhancing the objectivity of
contractor selection and strengthening the implementation of CSMS within PT.
ABC Indonesia.
Keywords:
CSMS, occupational health service contractors, content validity, AHP,
contractor feasibility, occupational safety and health (OSH).
Kata Kunci : CSMS, occupational health service contractors, content validity, AHP, contractor feasibility, occupational safety and health (OSH).