Hubungan Kelainan Struktur Telinga Tengah Dan Mastoid Dengan Air-Bone Gap Pada Pasien Otitis Media Supuratif Kronis Tubotimpanum Di RSUP Dr Sardjito
Maria Ellise Noella Diah Puspita Arum, dr. Dyah Ayu Kartika Dewanti, M.Sc., Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.Oto.(K).; dr. Ashadi Prasetyo, M.Sc., Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.N.O.(K).
2026 | Tesis-Spesialis | S2 Ilmu Penyakit THT
Latar belakang: Otitis media supuratif kronis (OMSK) merupakan penyakit infeksi kronis pada telinga tengah dan mastoid dengan beban penyakit global yang besar. Otitis media supuratif kronis secara klinis dibagi menjadi tipe tubotimpanum dan atikoantral. Tipe tubotimpanum walaupun dianggap lebih jinak, namun juga dapat menyebabkan gangguan pendengaran konduktif yang signifikan akibat erosi dan fiksasi osikel, adanya sekret maupun jaringan granulasi di cavum tympani, dan berkurangnya volume rongga telinga tengah dan mastoid. Oleh karena itu, perlu untuk memahami hubungan antara kelainan struktur telinga tengah dan mastoid dengan derajat gangguan pendengaran konduktif yang dinilai dari air-bone gap (ABG) berdasarkan audiometri nada murni pada pasien OMSK tubotimpanum.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengkaji hubungan antara kelainan struktur telinga tengah dan mastoid dengan air-bone gap pada pasien OMSK tubotimpanum di RSUP Dr. Sardjito.
Metode: Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional. Data diambil dari rekam medis pasien OMSK tubotimpanum yang menjalani pengobatan di RSUP Dr. Sardjito. Variabel penelitian adalah kelainan struktur telinga tengah dan mastoid, dan air-bone gap. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson dengan tingkat signifikansi nilai p <0>
Hasil: Penelitian melibatkan 50 sampel telinga dengan OMSK tubotimpanum. Analisis statistik menunjukkan terdapat korelasi positif lemah (r=0,299-0,388; p<0>
Kesimpulan: Terdapat hubungan antara kelainan struktur telinga tengah dan mastoid dengan air-bone gap pada pasien OMSK tubotimpanum di RSUP Dr. Sardjito.
Background: Chronic suppurative otitis media (CSOM) is a chronic infection of the middle ear and mastoid. It is a disease with significant global disease burden. Clinically, CSOM comprises of tubotympanum an atticoantral types. Tubotympanic CSOM is considered benign, nevertheless it may cause significant conductive hearing loss (CHL) due to ossicle erosion of fixation, discharge or granulation tissue in middle ear, or reduced tympanic cavity and mastoid volume. Therefore it is important to understand the correlation between structural abnormalities of middle ear and mastoid and CHL based on air-bone gap value in tubotymanic CSOM patients.
Objective: This study aim to analyze the correlation between middle ear and mastoid structural abnormalities and air-bone gap in tubotympanic CSOM patients in Dr. Sardjito hospital.
Method: The study is an analytical observational study with cross-sectional design. Study samples are tubotympanic CSOM patients who had undergone treatment at Dr. Sardjito hospital. Patient data is extracted from medical record. The study variables are middle ear and mastoid structural abnormalities, and air-bone gap. Data is analyzed with Pearson correlation with p value significance at <0>
Result: This study included 50 ears with tubotympanic CSOM. Statistical analysis showed weak positive correlation (r=0,299-0,388; p<0>
Conclusion: There is correlation between middle ear and mastoid structural abnormalities and air-bone gap in tubotympanic CSOM patients in Dr. Sardjito hospital.
Kata Kunci : otitis media supuratif kronis tubotimpanum, kerusakan telinga tengah dan mastoid, air-bone gap, audiometri nada murni