Laporkan Masalah

Tingkat industrialisasi wilayah dalam hubungannya dengan tingkat kondisi sosial ekonomi wilayah dikabupaten Kudus

Mokhammad Syarifuddin, Drs. Sujali, M.S.

2010 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

Pesatnya laju pertumbuhan penduduk yang tidak diimbangi dengan peningkatan jumlah lapangan pekerjaan akan berdampak pada peningkatan jumlah pengangguran di suatu wilayah. Industrialisasi dapat memberi solusi karena serapan tenaga kerja sektor industri lebih besar daripada sektor pertanian. Industrialisasi wilayah diharapkan mampu meningkatkan kondisi sosial ekonomi wilayah. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) mengetahui sebaran jumlah dan jenis lapangan usaha industri di Kabupaten Kudus, (2) mengetahui tingkat industrialisasi wilayah di Kabupaten Kudus, (3) mengetahui tingkat kondisi sosial ekonomi wilayah di Kabupaten Kudus, (4) mengetahui hubungan positif-negatif antara industrialisasi wilayah dengan kondisi sosial ekonomi wilayah. Metode penelitian yang digunakan untuk menjawab tujuan pertama ialah metode deskriptif kuantitatif dengan teknik analisis tetangga terdekat dan koefisien asosiasi geografis; tujuan kedua dan ketiga menggunakan teknik klasifikasi dan tabel komposit; dan tujuan keempat menggunakan analisis matriks. Hasil dari penelitian ini diantaranya ialah: industri pangan merupakan jenis industri terbanyak yang diusahakan di Kabupaten Kudus (produk rokok kretek mendominasi hasil produksi industri besar dan menengah). Terdapat ketidakmerataan jumlah industri besar-menengah antar kecamatan, dan secara lokasional industri besar-menengah mengelompok di sekitar perkotaan Kabupaten Kudus yang dapat menyediakan elemen-elemen industri. Tingkat industrialisasi wilayah tinggi cenderung mengikuti pola persebaran industri besar-menengah dan cenderung mendekati perkotaan. Hal ini berdampak pada kondisi sosial ekonomi wilayah yang juga tidak merata antara kawasan perkotaan dan perdesaan

The population growth rate that increasing rapidly and not balanced with the increasing of vocation is impact to increasing the unemployment in some region. Industrialisation can give solution because the absorbtion capability of labor from industry sector is more than agricultural sector. Regional industrialisation could increasing the regional social economy condition. The purpose of this research are: (1) to understand total distribution and industry activities distribution in Kabupaten Kudus, (2) to understand the level of regional industrialisation in Kabupaten Kudus, (3) to understand the level of regional social economy condition in Kabupaten Kudus, (4) to understand the positive-negative relationship between regional industrialisation with regional social economy condition. The research method used to answer the first purpose is quantitative descriptive method with nearest neighbourhood analysis technique and geographic association coeffitient, the second and third purpose using classification and composite table techniquen, and the fourth using matrix analysis. The result of this research are: food industry is the most common industry activity in Kabupaten Kudus (cigarette kretek product dominate big and middle industry production). There are discrepancy of total big-middle industry between kecamatan, and the locational of big-middle industy is clustered in Kabupaten Kudus urban area. Level of regional industrialisasion tend to follow distribution pattern of big-middle industry and urban area which is capable to provide elements of industry. The impact is discrepency of regional social ecomony condition between urban and rural function areas.

Kata Kunci : Industrialisasi Wilayah, Sosial Ekonomi Wilayah,Regional Industrialisasion, Regional Social Economy

  1. S1-2010-186419-Abstract.pdf  
  2. S1-2010-186419-Bibliography.pdf  
  3. S1-2010-186419-TableofContent.pdf  
  4. S1-2010-186419-Title.pdf