Pengetahuan kesehatan reproduksi remaja di provinsi Jawa Barat : Analisis survei kesehatan remaja Indonesia 2007
Meita Khairunnisa, Drs. Tukiran, M.A.
2010 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANPenelitian ini dilakukan di Provinsi Jawa Barat dan dipilih secara purposif. Pertimbangan memilih Provinsi Jawa Barat karena provinsi ini merupakan salah satu provinsi yang memiliki jumlah pernikahan pada usia remaja, fertilitas pada usia remaja dan jumlah penderita HIV/AIDS yang tergolong tinggi, sehingga mengindikasikan bahwa pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi relatif masih kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pendidikan dengan pengetahuan kesehatan reproduksi remaja, mengetahui apakah ada perbedaan jenis kelamin dengan pengetahuan kesehatan reproduksi remaja dan mengetahui hubungan antara akses media massa dengan pengetahuan kesehatan reproduksi remaja. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data sekunder menggunakan data Survei Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia Tahun 2007 (SKRRI 2007). Responden yang digunakan yaitu remaja usia 15-24 tahun, terdiri dari 3002 remaja, 1.237 remaja perempuan serta 1.765 remaja laki-laki. Data dianalisis menggunakan uji korelasi, tabel silang dan uji independent sample T-Test. Hasil penelitian ini menemukan bahwa tidak begitu jelas hubungan antara pendidikan dengan pengetahuan kesehatan reproduksi, karena dilihat dari hubungannya yang lemah. Tidak terdapat perbedaan antara pengetahuan kesehatan reproduksi remaja perempuan dengan remaja laki-laki di Provinsi Jawa Barat, kemudian tidak begitu jelas hubungan antara media massa dengan pengetahuan kesehatan reproduksi remaja karena dilihat dari hubungannya yang sangat lemah Kesimpulan penelitian ini yaitu ketiga hipotesis tidak terbukti, meskipun secara umum hasil perhitungan pengetahuan kesehatan reproduksi remaja di Provinsi Jawa Barat tergolong menengah atas. Hal ini dapat disebabkan karena pertanyaan dalam SKRRI 2007 yang berkaitan dengan pengetahuan kesehatan reproduksi yang ditanyakan kepada responden yaitu remaja usia 15-24 tahun masih secara umum sehingga kurang menjelaskan dengan mendalam tentang pengetahuan kesehatan reproduksi khususnya di Provinsi Jawa Barat.
This research was conducted in West Java province were selected purposively. Consideration choosed West Java province because this province is one of the provinces that have the number of marriage during adolescence, adolescent fertility by age and number of people living with HIV/AIDS is high, thus indicating that the knowledge of adolescents on reproductive health is still relatively less. This study aims to determine the relationship between education and adolescent reproductive health knowledge, to know whether there are gender differences in adolescent reproductive health knowledge and know the relationship between mass media access to the knowledge of adolescent reproductive health. The research method used in this research is secondary data analysis using data Adolescent Reproductive Health Survey of Indonesia Year 2007 (SKRRI 2007). Respondents which used the adolescents aged 15-24 years, consisted of 3002 adolescents, 1237 girls and 1765 adolescent boys. Data were analyzed by using a correlation test, cross table test and independent sample T-Test. The results found that no clear relationship between education and reproductive health knowledge, as seen from a weak relationship. There is no difference between adolescent reproductive health knowledge of women with teenage boys in West Java province, then not so clear relationship between the mass media with the knowledge of adolescent reproductive health as seen from a very weak relationship. The conclusion of this research is the third hypothesis is not proven, although generally the result of knowledge of adolescent reproductive health in West Java province belonging upper middle class. This can be caused because the question in SKRRI 2007 that related to reproductive health knowledge which respondents are asked to adolescents aged 15-24 years still generally making it less clear of knowledge of reproductive health, especially in West Java Province.
Kata Kunci : Pengetahuan, Kesehatan, Reproduksi, Remaja,Knowledge, Health, Reproduction, Teen