Perbandingan Fermented dan Non Fermented Total Mixed Ration dengan Subtitusi Tumpi Jagung terhadap Karakteristik Fermentasi Rumen dan Kecernaan Nutrien Secara In Vitro
Fawwazyani Fitriazfa Tsany, Prof. Dr.Ir. Ali Agus, DAA. DEA., IPU., ASEAN Eng. ; Dr. Ir. Moh. Sofi'ul Anam, S.PT., M.Sc.
2026 | Skripsi | ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan fermented dan non fermented total mixed ration dengan subtitusi tumpi jagung terhadap karateristik fermentasi rumen dan kecernaan nutrien secara in vitro. Penelitian menggunakan empat kombinasi perlakuan, yaitu TMR tanpa substitusi tumpi jagung (TMR-NS), TMR dengan substitusi tumpi jagung (TMR-S), FTMR tanpa substitusi tumpi jagung (FTMR-NS), dan FTMR dengan substitusi tumpi jagung (FTMR-S). Evaluasi dilakukan menggunakan cairan rumen sapi Bali berfistula dengan metode inkubasi in vitro selama 48 jam. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial 2×2, di mana faktor pertama adalah jenis pakan (TMR dan FTMR) dan faktor kedua adalah substitusi tumpi jagung (0?n 10%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis pakan (faktor pertama) berpengaruh nyata (P<0>0,05) terhadap seluruh parameter yang diamati kecuali persentase asetat dan butirat. Disimpulkan bahwa FTMR mampu meningkatkan efisiensi fermentasi rumen, sementara substitusi tumpi jagung menurunkan pola fermentasi tanpa menurunkan kecernaan bahan kering dan bahan organik.
This study aimed to compare fermented and non-fermented total mixed rations with corn stover substitution on rumen fermentation characteristics and nutrient digestibility under in vitro conditions. Four dietary treatments were evaluated, including TMR without corn stover substitution (TMR-NS), TMR with substitution (TMR-S), FTMR without substitution (FTMR-NS), and FTMR with substitution (FTMR-S). The assessment was conducted using rumen fluid from fistulated Bali cattle through 48-hour in vitro incubation. A 2×2 factorial completely randomized design was applied, with feed type (TMR vs. FTMR) as the first factor and corn stover substitution (0% vs. 10%) as the second factor. Results indicated that the feed type significantly affected the proportions of propionate, butyrate, and the acetate-to-propionate ratio (P<0>0.05) on most parameters except acetate and butyrate percentages. It can be concluded that FTMR enhances rumen fermentation efficiency, whereas corn stover substitution alters fermentation patterns without reducing dry matter and organic matter digestibility.
Kata Kunci : Total Mixed Ration, Fermentasi, Tumpi Jagung, Kecernaan Nutrien