Hitungan Perubahan Luas Tutupan Lahan Akibat Erupsi Merapi pada Juli 2022 sampai Mei 2023 di Kawasan Rawan Bencana
MUHAMMAD AKHYAR PURLISTA, Dr. Ir. Catur Aries Rokhmana, S.T., M.T.
2026 | Skripsi | TEKNIK GEODESI
Gunung Merapi merupakan salah satu gunung api aktif di Indonesia yang memiliki
periode erupsi singkat dan berdampak besar terhadap perubahan lingkungan di sekitarnya.
Bersamaan dengan aktivitas erupsi pada 11 Maret 2023, terjadi perubahan pada tutupan
lahan di Kawasan Rawan Bencana (KRB) terutama kawasan yang berada dalam wilayah
Kabupaten Sleman, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten.
Perubahan tersebut berpotensi memengaruhi pola pemukiman, daerah vegetasi bukan
pertanian, lahan terbuka, serta pertanian yang digunakan oleh masyarakat. Letak persebaran
tutupan lahan yang ada di KRB sekitar Gunung Merapi memberikan risiko yang tinggi pada
perubahan tutupan lahan setiap Gunung Merapi mengalami erupsi. Peneliti beranggapan
bahwa dibutuhkan penelitian mengenai perubahan tutupan lahan yang terjadi akibat erupsi
Gunung Merapi.
Penelitian ini memiliki tujuan untuk menghitung perubahan luas tutupan lahan akibat
erupsi Gunung Merapi pada KRB. Data yang digunakan adalah citra satelit Sentinel-2A
koleksi pada Juli 2022 dan Mei 2023 yang diperoleh dari platform Google Earth Engine.
Penelitian ini menggunakan empat kelas yaitu permukiman, daerah vegetasi bukan
pertanian, lahan terbuka, dan pertanian. Keempat kelas ini dipilih berdasarkan kelas penutup
lahan yang tercantum di SNI 7645 tahun 2010. Selain itu keempat kelas ini juga dipilih
karena mewakili tutupan lahan yang ada di lokasi penelitian. Tahapan penelitian meliputi
pengumpulan data. Selanjutnya adalah pembuatan ROI berdasarkan KRB. Setelah ROI
terbentuk dibuat training sample pada keempat kelas yang sudah ditentukan dan dilakukan
klasifikasi citra menggunakan algoritma random forest. Terakhir dilakukan perhitungan dan
analisis hasil klasifikasi. Perangkat lunak yang digunakan pada penelitian ini yaitu meliputi
Google Earth Engine untuk pemrosesan data citra satelit optik dan QGIS untuk penyusunan
peta hasil.
Hasil yang didapatkan adalah perubahan tutupan lahan yang terjadi pada keempat
kelas. Pada tutupan lahan pemukiman terjadi penurunan sebanyak 19,5% atau sebesar
966,09 ha. Pada kelas tutupan lahan daerah vegetasi bukan pertanian terjadi penurunan
sebesar 9,11% atau sebesar 2.867,34 ha, dan pada lahan terbuka terjadi penurunan sebesar
11,11% atau sebesar 434,29 ha. Sedangkan pada kelas tutupan lahan pertanian terjadi
kenaikan sebesar 27,95% atau sebesar 4.267,72 ha. Hasil ini menunjukkan perubahan
tutupan lahan yang terjadi dari rentang waktu Juli 2022 sampai Mei 2023 pada lokasi
penelitian.
Mount Merapi is one of the most active volcanoes in Indonesia, characterized by
short eruption intervals and significant impacts on the surrounding environment.
Concurrent with the eruptive activity on 11 March 2023, changes in land cover occurred
within the Disaster-Prone Areas (Kawasan Rawan Bencana/KRB), particularly in regions
located within Sleman Regency, Magelang Regency, Boyolali Regency, and Klaten Regency.
These changes potentially affect settlement patterns, non-agricultural vegetation areas, open
land, and agricultural land utilized by local communities. The spatial distribution of land
cover within the KRB surrounding Mount Merapi poses a high risk of land cover alteration
whenever eruptive events occur. Therefore, this study considers it necessary to investigate
land cover changes resulting from the eruption of Mount Merapi.
This study aims to quantify land cover changes resulting from the eruption of Mount
Merapi within the Disaster-Prone Areas. The data used consist of Sentinel-2A satellite
imagery acquired in July 2022 and May 2023, obtained from the Google Earth Engine
platform. Four land cover classes were applied in this study: settlements, non-agricultural
vegetation areas, open land, and agricultural land. These classes were selected based on the
land cover classification defined in the Indonesian National Standard (SNI) 7645:2010 and
because they adequately represent the land cover conditions within the study area. The
research methodology includes data collection, followed by the delineation of the Region of
Interest (ROI) based on the KRB boundaries. Training samples were then generated for each
land cover class, and image classification was performed using the Random Forest
algorithm. Finally, the classified results were quantified and analyzed. The software used in
this study includes Google Earth Engine for optical satellite image processing and QGIS for
the preparation of the resulting land cover maps.
The results indicate land cover changes across all four classes. Settlement areas
experienced a decrease of 19.5%, equivalent to 966.09 ha. Non-agricultural vegetation
areas decreased by 9.11%, corresponding to 2,867.34 ha, while open land decreased by
11.11%, or 434.29 ha. In contrast, agricultural land exhibited an increase of 27.95%,
amounting to 4,267.72 ha. These findings demonstrate significant land cover changes within
the study area during the period from July 2022 to May 2023.
Kata Kunci : Tutupan Lahan, Sentinel-2A, Random Forest, Google Earth Engine