Laporkan Masalah

Hybridity and the Negotiation of Algeria's Postcolonial Identity Through Wine

Jemima Yaffa Sahuleka, Dr. Suci Lestari Yuana, S.I.P, M.I.A.

2025 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional

Aljazair, yang dulunya dikenal sebagai pengekspor anggur terbesar keempat, kini masih mempertahankan ekonomi dalam industri anggur meskipun identitas Islamnya yang dominan. Dengan warisan anggur Prancis, hubungan pasca kolonisasi antara Prancis dan Aljazair tetap menjadi elemen penting dalam membentuk identitas Aljazair dalam mengembangkan industri anggurnya. Studi telah menunjukkan pergeseran kebijakan Prancis secara berkala karena Prancis menghadapi tantangan dalam hal reputasi, pembangunan ekonomi, dan dominasi dalam lingkup kolonial. Hal ini kemudian memengaruhi identitas dan perkembangan anggur Aljazair karena menghadapi hambatan dalam menciptakan, bersaing, dan mempertahankan industri anggurnya. Selain itu, hal ini dipengaruhi oleh dilema internalnya yang berada di antara mempertahankan identitas Islamnya atau mengembangkan ekonomi yang dominan dalam ekspor anggur. Penelitian ini menganalisis pengaruh kolonisasi Prancis dalam membentuk respons Aljazair terhadap dilema ini, sehingga mempertanyakan kemungkinan terciptanya identitas hibrida Aljazair.

Algeria, once known as the fourth largest wine exporter, now still sustains its economic wine industry despite its major Islam identity. With the legacy of French wine, the interchangeable relationship between France and Algeria remained an important element in shaping Algeria’s identity in developing its wine industry. Studies have shown a shift of French policies periodically as France faces challenges within image, economic development, and dominance within the colonial sphere. This has consequently influenced Algeria’s wine identity and development as it faces obstacles in creating, competing, and sustaining its winery. It is further affected by its internal dilemma that stands between maintaining its Islam identity and prevailing economy in wine exports. This research analyzed the influence of French colonisation in shaping Algeria’s response to this dilemma, hence questioning the creation of Algeria’s possible hybrid identity.

Kata Kunci : France, Algeria, postcolonial, identity, Islam, wine

  1. S1-2025-492293-abstract.pdf  
  2. S1-2025-492293-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-492293-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-492293-title.pdf