PENGARUH JENIS PEREKAT DAN BERAT LABUR TERHADAP SIFAT PAPAN LAMINASI KAYU JABON MERAH (Neolamarckia macrophylla (Roxb.) Bosser) DAN BALSA (Ochroma pyramidale)
Galih Rahmat Ibrahim, Prof. Dr.Agr.Sc. Ir. Ragil Widyorini, S.T., M.T., IPU.; Dr. Sri Sunarti, S.Hut., MP.
2026 | Skripsi | KEHUTANAN
Perkembangan industri olahan kayu dan permintaan pasar yang tinggi mendorong peningkatan produksi kayu dari tahun ke tahun. Produk rekayasa kayu seperti papan laminasi menjadi suatu kebutuhan penting untuk meningkatkan kinerja kayu dan memperoleh komponen berdimensi besar. Kayu balsa (Ochroma pyramidale) merupakan salah satu jenis kayu berkerapatan rendah yang potensial dijadikan produk laminasi dengan menggabungkan kayu berkerapatan lebih tinggi sebagai lapisan permukaan, seperti kayu jabon merah (Neolamarckia macrophylla (Roxb.) Bosser). Kualitas papan laminasi sangat dipengaruhi oleh kombinasi jenis kayu, jenis perekat, berat labur, dan metode pengempaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi jenis perekat dan berat labur terhadap sifat fisik dan mekanika papan berlapis.
Bahan baku penelitian ini adalah kayu jabon merah dan kayu balsa. Papan laminasi dibuat tiga lapis dengan lapisan permukaan menggunakan kayu jabon merah. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor, yaitu jenis perekat (poliuretan dan polivinil asetat) dan berat labur (160, 200, dan 240 g/m²) dengan tiga ulangan. Sifat fisika yang diuji meliputi kadar udara, kerapatan, dan delaminasi, sedangkan sifat mekanika meliputi kekuatan lengkung statistik, keteguhan geser rekat, dan persentase kerusakan kayu. Hasil yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis varian dua arah (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Tukey Beda Signifikan Jujur (HSD).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara jenis perekat dan berat kerja. Jenis perekat berpengaruh signifikan terhadap nilai kadar air dan delaminasi, sedangkan berat labur berpengaruh signifikan terhadap nilai delaminasi dan persentase kerusakan kayu. Kombinasi perekat poliuretan dengan berat labur 200 g/m² menghasilkan kinerja laminasi jabon merah dan balsa terbaik dengan nilai kadar air 11,03%, kerapatan 0,36 g/cm³, delaminasi 17,32%, keteguhan geser rekat 3,19 MPa, kerusakan kayu 96,98%, MoE 12,19 GPa, dan MoR 47,16 MPa.
Perkembangan industri pengolahan kayu dan tingginya permintaan pasar telah menghasilkan pertumbuhan produksi kayu dari tahun ke tahun. Produk kayu rekayasa, termasuk papan laminasi, telah menjadi penting untuk meningkatkan kinerja kayu dan memperoleh komponen berdimensi besar. Kayu balsa (Ochroma pyramidale) adalah kayu berdensitas rendah yang berpotensi digunakan dalam produk laminasi dengan menggabungkannya dengan kayu berdensitas lebih tinggi sebagai lapisan permukaan, seperti kayu jabon merah (Neolamarckia macrophylla (Roxb.) Bosser). Kualitas papan laminasi sangat dipengaruhi oleh kombinasi jenis kayu, jenis perekat, berat lapisan, dan metode pengepresan. Studi ini bertujuan untuk menentukan pengaruh interaksi antara jenis perekat dan berat lapisan terhadap sifat fisik dan mekanik papan laminasi.
Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kayu jabon merah dan kayu balsa. Papan laminasi dibuat dalam tiga lapisan dengan kayu jabon merah digunakan untuk lapisan permukaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (CRD) faktorial dengan dua faktor, yaitu jenis perekat (poliuretan dan polivinil asetat) dan penyebaran lem (160, 200, dan 240 g/m²) dengan tiga ulangan. Sifat fisik yang diuji meliputi kadar air, densitas, dan delaminasi, sedangkan sifat mekanik meliputi sifat lentur, kekuatan geser, dan persentase kegagalan kayu. Hasil yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis varians dua arah (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Tukey's Honestly Significant Difference (HSD).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada interaksi antara jenis perekat dan penyebaran lem. Jenis perekat berpengaruh signifikan terhadap kadar air dan delaminasi, sedangkan penyebaran lem berpengaruh signifikan terhadap delaminasi dan persentase kerusakan kayu. Kombinasi perekat poliuretan dengan penyebaran lem 200 g/m² menghasilkan kinerja laminasi kayu merah jabon dan balsa terbaik dengan kadar air 11,03%, densitas 0,36 g/cm³, delaminasi 17,32%, kekuatan geser 3,19 MPa, kerusakan kayu 96,98%, modulus elastisitas (MoE) 12,19 GPa, dan modulus patahan (MoR) 47,16 MPa.
Kata Kunci : kayu jabon merah, kayu balsa, papan laminasi, perekat PVAc, perekat poliuretan, berat labur