Peran Perceived Supervisor Support terhadap Niat Bertahan Pada Karyawan Generasi Z di Perusahaan Startup dengan Psychological Empowerment sebagai Mediator
Raissa Naura Hasanah, Dr. Sumaryono, M.Si., Psikolog
2026 | Skripsi | PSIKOLOGI
Perusahaan startup banyak diminati oleh generasi Z sebagai tempat kerja karena budaya yang kolaboratif, fleksibel, dan inovatif. Namun kenyataannya banyak karyawan dari generasi z justru memiliki niat untuk keluar. Hal tersebut menjadi permasalahan penting, di mana salah satu penyebabnya adalah minimnya dukungan dari atasan. Sebenarnya, dukungan dari atasan dipandang mampu meningkatkan perasaan dihargai serta keterikatan karyawan. Namun, hubungan ini tidak selalu tampak secara langsung, sehingga diperlukan pemahaman tentang mekanisme psikologis yang dapat menghubungkan keduanya, salah satunya adalah psychological empowerment. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran psychological empowerment sebagai mediator dalam menjelaskan hubungan antara perceived supervisor support dan niat bertahan pada karyawan Generasi Z di perusahaan startup. Terdapat tiga skala yang digunakan pada penelitian ini, yaitu Survey of Perceived Supervisor Support, Employee Retention Scale, dan Skala Psychological Empowerment. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik regresi mediasi melalui modul MEDMOD pada perangkat lunak Jamovi versi 2.6.45.0. Penelitian ini terdiri dari 225 partisipan yang memenuhi kriteria, yaitu individu dari Generasi Z yang pada tahun 2025 berusia 18–28 tahun, serta sedang bekerja aktif di salah satu perusahaan startup di Indonesia dengan masa kerja minimal tiga bulan. Penelitian ini menemukan bahwa psychological empowerment memiliki peran yang signifikan sebesar 9.31?lam memediasi hubungan perceived supervisor support dan niat bertahan pada karyawan Generasi Z di perusahaan startup, sehingga hipotesis penelitian ini diterima. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada perkembangan literatur psikologi industri dan organisasi, serta memberikan masukan praktis bagi perusahaan startup dalam meningkatkan retensi karyawan Generasi Z.
Generation Z is very interested in working with startups because of their innovative, flexible, and collaborative cultures. In reality, though, a lot of Generation Z workers plan to quit. Superiors' lack of assistance is a major contributing cause to this serious problem. Superior support is often thought to boost employee engagement and emotions of gratitude. Psychological empowerment is one of the psychological mechanisms that connect the two, but this relationship is not always obvious. Therefore, the purpose of this study is to ascertain how psychological empowerment functions as a mediator in explaining the relationship between Generation Z employees' retention intentions and their perceptions of supervisor support in startup organizations. There are three scales used in this study, namely the Survey of Perceived Supervisor Support, Employee Retention Scale, and Psychological Empowerment Scale. This study uses a quantitative approach with mediation regression techniques through the MEDMOD module in Jamovi software version 2.6.45.0. This study consisted of 225 participants who met the criteria, namely individuals from Generation Z who in 2025 were aged 18–28 years, and were actively working in one of the startup companies in Indonesia with a minimum work period of three months. This research hypothesis is accepted since the study discovered that psychological empowerment plays a significant role of 9.31% in moderating the association between perceived supervisor support and retention intentions in Generation Z employees in startup organizations. It is anticipated that this research will add to the body of knowledge in industrial and organizational psychology and help new businesses retain Generation Z workers.
Kata Kunci : perceived supervisor support, niat bertahan, psychological empowerment, generasi Z, startup