Interpretating Audience Participation in Digital Activism: A Qualitative Study of the "Peringatan Darurar" Movement on Narasi Newsroom's Instagram
Nadina Greta Laurina Tilaar, Dr. Wisnu Martha Adiputra, S.I.P
2026 | Skripsi | Ilmu Komunikasi
Aktivisme digital telah mengubah cara pesan dan isu politik disebarluaskan serta bagaimana generasi muda terlibat dalam isu-isu kewargaan. Meskipun penelitian-penelitian sebelumnya kerap menyoroti aspek visibilitas, viralitas, dan mobilisasi massal, masih terdapat keterbatasan kajian yang menelaah bagaimana audiens memahami konten politik dan menegosiasikan keterlibatan mereka di luar sekadar paparan daring. Penelitian ini mengkaji bagaimana audiens Generasi Z memahami dan terlibat dengan unggahan “Peringatan Darurat” yang dipublikasikan oleh Narasi Newsroom melalui Instagram, dengan menempatkan partisipasi sebagai proses pemaknaan, bukan semata-mata sebagai konsekuensi perilaku. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis tematik terhadap wawancara mendalam dengan partisipan Generasi Z yang berinteraksi dengan unggahan “Peringatan Darurat”. Dengan menggunakan kerangka partisipasi audiens dari Sonia Livingstone, penelitian ini menelaah bagaimana interpretasi, pertimbangan moral, respons emosional, mediasi sosial, serta persepsi terhadap efektivitas politik memengaruhi berbagai bentuk keterlibatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan atau viralitas tidak secara otomatis mendorong partisipasi. Sebaliknya, keterlibatan muncul melalui interaksi antara keyakinan personal, pengaruh lingkungan sosial, resonansi emosional, serta cara individu menilai kapasitas dirinya untuk memberikan dampak. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa aktivisme digital dapat menghasilkan dampak yang berkelanjutan dan melampaui antusiasme daring yang bersifat sementara. Meskipun tingkat keterlibatan beragam, banyak partisipan menunjukkan peningkatan kesadaran politik, keterlibatan reflektif, dan perhatian berkelanjutan terhadap isu-isu kewargaan. Dengan demikian, penelitian ini memposisikan aktivisme digital sebagai proses interpretatif yang dimediasi secara sosial, serta berkontribusi pada diskursus yang lebih luas mengenai agensi audiens, keberlanjutan partisipasi, dan peran Generasi Z dalam gerakan politik digital kontemporer.
Digital activism has changed how political messages and issues are spread and how young people get involved in civic issues. While current research frequently highlights visibility, virality, and extensive mobilization, there is a scarcity of studies that investigate how audiences comprehend political content and navigate their engagement beyond instances of online exposure. This study examines how Generation Z viewers comprehend and engage with the "Peringatan Darurat" post established by Narasi Newsroom via Instagram, emphasizing participation as a process of meaning-making rather than merely a behavioral consequence. This research employs a qualitative methodology, utilizing thematic analysis on comprehensive interviews with Generation Z participants who engaged with the "Peringatan Darurat" post. Using Sonia Livingstone's audience participation framework as a guide, the investigation looks at how different types of engagement were impacted by interpretation, moral reasoning, emotional responses, social mediation, and perceived political efficacy. The results show that exposure or virality did not automatically lead to involvement. Instead, participation came about through the interplay of personal beliefs, peer pressure, emotional resonance, and how people thought about their ability to make a difference. The research illustrates that internet activism can yield enduring effects that extend beyond early online enthusiasm. Although participation levels differed, numerous individuals indicated heightened political awareness, reflective engagement, and continuous attention to civic matters. This research conceptualizes digital activism as an interpretative and socially mediated process, contributing to broader questions on audience agency, sustainable engagement, and the role of Generation Z in modern digital political movements.
Kata Kunci : Digital Activism, Generation Z, Audience Participation, Social Media, Peringatan Darurat, Narasi Newsroom, Thematic Analysis