KINERJA KELEMBAGAAN KELOMPOK TANI HUTAN PUSPA TANI MERAPI DI DESA PENYANGGA TAMAN NASIONAL GUNUNG MERAPI
Adelia Nurul Fadhilah, Dr. Ir. Tri Atmojo, S.Hut., M.T., IPU
2026 | Skripsi | KEHUTANAN
Taman Nasional Gunung
Merapi (TNGM) melibatkan masyarakat desa penyangga melalui pembentukan Kelompok
Tani Hutan (KTH), salah satunya KTH Puspa Tani Merapi di Desa Cluntang sebagai
upaya pelestarian kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis
kinerja kelembagaan KTH Puspa Tani Merapi untuk mendukung pelaksanaan aktivitas
pengelolaan TNGM dan (2) merumuskan strategi untuk meningkatkan kinerja
kelembagaan KTH Puspa Tani Merapi.
Penelitian
dilaksanakan di Desa Cluntang, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali pada bulan
November 2025 dengan pendekatan mixed methods. Pendekatan
kuantitatif menggunakan metode analisis
data IDF berdasarkan Manullang (1999) yang menilai perkembangan
kelembagaan melalui 35 komponen kunci dan diperkaya dengan teori modal sosial.
Pengumpulan data kuantitatif menggunakan purposive sampling terhadap 21
anggota inti KTH Puspa Tani Merapi. Pendekatan kualitatif dipergunakan untuk
mengeksplorasi aspek kelembagaan KTH dan merumuskan strategi peningkatan
kapasitas kelembagaan. Pengumpulan data kualitatif dilakukan melalui wawancara
mendalam terhadap informan kunci, observasi lapangan dan studi dokumen.
Hasil penelitian
menunjukkan bahwa Indeks IDF KTH Puspa Tani Merapi mencapai 3,06, yang
menempatkannya pada tahap pemantapan. Kelembagaan KTH telah berjalan cukup baik
dengan struktur organisasi yang berfungsi, mekanisme sosial yang efektif, serta
hubungan kemitraan yang terbangun dengan baik. Aspek modal sosial, terutama
kepercayaan dan kerja sama antaranggota, turut mendukung keberlangsungan
kelembagaan meskipun masih terdapat keterbatasan dalam aspek administratif dan
pendanaan. Strategi peningkatan kapasitas kelembagaan difokuskan pada
peningkatan komponen kunci yang belum mencapai tahap dewasa melalui penyusunan
strategi secara bertahap serta perbaikan dokumentasi kegiatan, evaluasi, dan
hasil kerja kelompok. Penelitian ini menyarankan agar pendampingan Balai TNGM
dilakukan secara lebih intensif untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan KTH
Puspa Tani Merapi.
Taman Nasional
Gunung Merapi (TNGM) involves
buffer village communities through the establishment of Forest Farmer Groups
(KTH), one of which is KTH Puspa Tani Merapi in Cluntang Village, as part of
conservation efforts. Accordingly, this study aims to (1) analyze the
institutional performance of KTH Puspa Tani Merapi in supporting the
implementation of TNGM management activities and (2) formulate strategies to
improve the institutional performance of KTH Puspa Tani Merapi.
This research was
conducted in Cluntang Village, Musuk Sub-district, Boyolali Regency, in
November 2025 using a mixed methods approach. The quantitative approach applied
the Institutional Development Framework (IDF) based on Manullang (1999), which
assesses institutional development through 35 key components and is enriched
with social capital theory. Quantitative data were collected purposively from
21 core members of KTH Puspa Tani Merapi. Qualitative data were obtained
through in-depth interviews with key informants, field observations, and
document review.
The results show
that the IDF Index of KTH Puspa Tani Merapi reached 3.06, placing the
institution at the consolidation stage. The institution has functioned fairly
well, supported by an effective organizational structure, social mechanisms,
and partnership relations. Social capital, particularly trust and cooperation
among members, supports institutional sustainability despite limitations in
administrative and financial aspects. Institutional capacity-building
strategies focus on improving key components that have not yet reached the
mature stage through gradual strategic development, improved documentation,
evaluation, and group performance records. More intensive support from the TNGM
Authority is recommended to enhance the institutional capacity of KTH Puspa
Tani Merapi.
Kata Kunci : Taman Nasional Gunung Merapi, KTH Puspa Tani Merapi, Kinerja Kelembagaan, Mount Merapi National Park, Puspa Tani Merapi Forest Farmers Group, Institutional Performance